5 Kebiasaan Sederhana Menuju Finansial yang Lebih Stabil
Jakarta, 14 Januari 2026 – Awal tahun kerap menjadi momentum untuk menyusun resolusi, termasuk dalam hal keuangan. Di tengah kondisi ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian, kebiasaan finansial yang lebih disiplin dan realistis menjadi bekal penting agar hidup terasa lebih stabil dan terarah.
Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) memproyeksikan tahun 2026 sebagai periode yang menantang akibat perlambatan pertumbuhan ekonomi global, termasuk di Indonesia. Dalam situasi ini, perencanaan keuangan tidak lagi sekadar opsi, melainkan kebutuhan.
Menyiasati kondisi tersebut, PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life) menekankan pentingnya kesiapan finansial sejak dini sebagai bagian dari kualitas hidup yang berkelanjutan.
“Ketika kondisi ekonomi semakin menantang, literasi keuangan menjadi semakin penting. Komitmen kami tidak hanya melalui produk perlindungan, tetapi juga dengan mendampingi masyarakat membangun stabilitas finansial lewat edukasi dan perencanaan yang terukur,” ujar Gatot Haryadi, Corporate Secretary IFG Life.
Baca juga: Buat Pemula: Apa Itu Emiten, Saham, dan Kapitalisasi Pasar?
Jika kamu ingin mengubah resolusi keuangan menjadi aksi nyata, lima kebiasaan berikut bisa mulai diterapkan secara bertahap.
1. Menabung di Awal Bulan
Menabung tetap menjadi fondasi utama keuangan sehat. Kuncinya bukan pada jumlah, melainkan konsistensi. Biasakan menyisihkan dana segera setelah gaji diterima, sebelum dialokasikan untuk kebutuhan lain. Menabung di awal bulan membuat kebiasaan ini menjadi bagian dari sistem keuangan, bukan sekadar sisa di akhir bulan.
2. Evaluasi Sebelum Membeli
Belanja impulsif kerap terjadi karena kemudahan transaksi digital. Untuk menghindarinya, beri jeda satu hingga dua hari sebelum membeli barang yang tidak mendesak. Tanyakan pada diri sendiri: apakah benar dibutuhkan, apakah bermanfaat, dan apakah sesuai anggaran. Langkah kecil ini membantu belanja jadi lebih sadar tanpa harus sepenuhnya menahan diri.
3. Waspadai Layanan Langganan
Biaya langganan aplikasi, hiburan, atau layanan digital sering terasa kecil, tetapi jika menumpuk bisa menggerus penghasilan bulanan. Biasakan mengecek riwayat transaksi secara berkala dan hentikan langganan yang sudah jarang digunakan. Menggunakan satu email khusus untuk layanan berbayar juga bisa membantu pelacakan.
4. Pahami Perlindungan yang Dimiliki
Risiko tak terduga bisa datang kapan saja. Karena itu, penting memahami perlindungan yang kamu miliki, baik asuransi maupun BPJS. Ketahui manfaat, ketentuan klaim, dan batasannya agar perlindungan bisa dimanfaatkan optimal tanpa mengganggu rencana keuangan lain.
Baca juga: Mayoritas Orang Indonesia Tidak Punya Tabungan, Manulife Luncurkan MDWA
Kini, sejumlah penyedia asuransi menghadirkan layanan digital untuk memudahkan akses informasi. Melalui aplikasi One by IFG, misalnya, nasabah dapat melihat manfaat perlindungan dan mengakses proses klaim dengan lebih praktis, tanpa harus menelusuri dokumen fisik.
5. Tetapkan “Limit Hidup”
Niat hidup hemat perlu dibarengi batas yang jelas. Coba tetapkan “limit hidup” untuk pengeluaran gaya hidup seperti makan di luar, hiburan, atau aktivitas sosial. Tentukan sejak awal bulan dan pastikan nilainya tetap realistis. Dengan begitu, kamu tetap bisa menikmati hidup tanpa mengorbankan kesehatan finansial.
Pada akhirnya, membangun kebiasaan finansial bukan tentang perubahan besar dalam waktu singkat, melainkan konsistensi menjalani langkah-langkah kecil setiap hari. Di tengah ketidakpastian ekonomi, resolusi yang realistis dan terukur bisa menjadi pegangan untuk menjaga rasa aman. Dengan perencanaan yang lebih sadar, kamu bisa menghadapi 2026 dengan lebih siap dan tenang di setiap tahap kehidupan.
