Riset Populix Ungkap Faktor Baru Penentu Relevansi Brand di 2026
Jakarta, 9 Desember 2025 — Di tengah persaingan pasar yang semakin cepat dan tidak memberi ruang untuk menunda strategi, Populix merilis temuan terbaru yang memperlihatkan perubahan besar dalam cara Generasi Milenial dan Z (Gen MZ) menilai brand.
Kedua generasi muda itu menuntut transparansi, keberpihakan yang jelas, dan konsistensi aksi nyata. Identitas lokal serta kedekatan emosional yang diperkuat oleh budaya pop dan komunitas kini menjadi faktor penentu relevansi brand di 2026. Seluruh temuan tersebut dibahas dalam Populix Industry Outlook 2026: *Winning in a Market that Won’t Wait* yang digelar di Jakarta, 4 Desember 2025.
Baca juga: Gaya Hidup Berbasis Etika Dorong Lonjakan Asuransi Syariah
“Perilaku Gen MZ kini menjadi arah baru strategi brand di Indonesia. Studi Populix menunjukkan bahwa 67% responden mempertimbangkan ulang—bahkan berhenti menggunakan—sebuah brand berdasarkan sikap brand terhadap suatu isu. Konsumen kini mengharapkan aksi nyata, bukan sekadar pernyataan,” ujar Vivi Zabkie, Policy & Society Research Director Populix.
Kebanggaan terhadap identitas lokal juga meningkat tajam. Sebanyak 98% responden merasa bangga ketika brand lokal menembus pasar global. Selain kualitas produk yang semakin kompetitif, faktor harga, reputasi, dan identitas lokal memperkuat persepsi positif konsumen terhadap brand yang mendunia. Lebih dari 90% responden juga menganggap penting bagi brand untuk mempertahankan identitas lokal saat berekspansi.
“Indonesia kini menjadi produsen dan eksportir kopi terbesar keempat dunia, dan kami ingin membawa kopi Indonesia ke panggung global. Saat ekspansi, kami bangga memperkenalkan diri sebagai brand Indonesia. Kehangatan dan kultur lokal kami hadirkan dalam customer experience sebagai kekuatan diferensiasi brand,” kata Aryo Ardiarso Wibisono, Head of Brand & Communications Kenangan Brands.
Pop culture, kreator, dan komunitas semakin dominan dalam proses pembentukan opini Gen MZ. “Gen Z hidup dalam kondisi paradox of choice. Terlalu banyak pilihan membuat mereka semakin selektif. Brand kerap mengejar atensi, padahal yang lebih penting adalah membangun curiosity, lalu experience yang bermakna. 2026 akan menjadi tahun the harsh truth—brand harus transparan dan berani melibatkan Gen Z, meski belum sempurna,” jelas Irfan (Fanbul) Prabowo, CEO infipop dan Inisiator Minutes of Manager.
Perubahan perilaku ini juga terasa di industri otomotif. Anak muda kini lebih mengandalkan riset online, review, dan rating ketimbang test drive.
Baca juga: Permata Bank Genjot Pembiayaan Otomotif
“Mereka membandingkan detail fitur sebelum membeli. Bahkan tren live shopping untuk otomotif, strategi yang kami bawa dari China, terbukti cukup efektif di Indonesia,” kata Budi Darmawan, Vice Country Director Chery Sales Indonesia.
Riset Populix dilakukan melalui survei online terhadap 2.122 responden Indonesia pada 15 Mei–1 Juni 2025, dan dirangkum dalam laporan “What Shapes Brand Loyalty Today”, yang juga diluncurkan dalam acara Populix Industry Outlook 2026.
