Sinergi PIS dengan PAL Perkuat Daya Saing Industri Maritim Nasional
Jakarta, 29 Desember 2025 — PT Pertamina International Shipping (PIS) dan PT PAL Indonesia memperkuat kolaborasi strategis melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pada Rabu (24/12). Kerja sama ini menjadi kelanjutan sinergi dua Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor maritim yang telah dirintis sejak pertengahan tahun, sekaligus menegaskan komitmen memperkuat industri maritim nasional.
MoU tersebut membuka peluang kerja sama di berbagai bidang strategis, mulai dari pembangunan dan modifikasi kapal, pemeliharaan serta perbaikan armada, pengembangan kapabilitas industri, hingga peningkatan kapasitas dan kompetensi sumber daya manusia.
Baca juga: Yuk Kenalan dengan Energi Panas Bumi, Kekuatan Tersembunyi Indonesia untuk Listrik Bersih
Penandatanganan kerja sama ini disaksikan langsung oleh Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri, dan ditandatangani oleh Direktur Utama PIS Surya Tri Harto serta CEO PT PAL Indonesia Kaharuddin Djenod.
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri menilai kolaborasi ini sebagai langkah awal yang penting di tengah proses transformasi industri energi nasional. “Ini adalah langkah pertama yang sangat baik. Kami menyadari pentingnya terus bertransformasi untuk membawa industri energi Indonesia ke arah yang lebih maju, dan dukungan PT PAL menjadi bagian penting dari proses tersebut,” ujarnya.
Senada, Direktur Utama PIS Surya Tri Harto menyebut sinergi ini sebagai jawaban atas tantangan industri energi, baik di tingkat domestik maupun global. “Tantangan energi mengharuskan PIS terus memperkuat armada dan layanannya. Kolaborasi dengan PT PAL bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan energi nasional, tetapi juga wujud komitmen kami memajukan industri maritim dalam negeri,” kata Surya.
Kerja sama ini merupakan penguatan dari kolaborasi yang telah berjalan sebelumnya, khususnya dalam perawatan, perbaikan, hingga pembangunan kapal PIS oleh PT PAL Indonesia. Transformasi bisnis yang dijalankan PIS, termasuk peremajaan dan pemeliharaan armada, menjadi faktor penting dalam mendukung distribusi energi nasional.
Baca juga: CIMB Niaga Kucurkan Green Financing Sebesar USD18,5 Juta ke IKPT
Hingga saat ini, PIS telah mendistribusikan sekitar 161 miliar liter minyak, BBM, dan LPG ke berbagai wilayah domestik maupun internasional. PIS juga mengoperasikan sekitar 750 kapal, baik milik sendiri maupun sewa, dengan 111 unit di antaranya merupakan kapal milik perusahaan. Armada tersebut menjadikan PIS sebagai salah satu operator pelayaran energi terbesar di Asia Tenggara.
Sementara itu, CEO PT PAL Indonesia Kaharuddin Djenod, menegaskan bahwa kolaborasi ini sejalan dengan arahan pemerintah dalam mendorong kemandirian industri maritim nasional, terutama di tengah dinamika geopolitik global.
“Ini adalah langkah awal untuk menghidupkan industri maritim secara menyeluruh. Konsolidasi yang kuat akan membuka potensi pasar dan menciptakan multiplier effect bagi ekosistem industri maritim Indonesia,” ujarnya.
Melalui sinergi strategis ini, PIS dan PT PAL Indonesia diharapkan mampu memperkuat ekosistem pelayaran nasional, meningkatkan daya saing industri maritim, serta memberikan nilai tambah berkelanjutan bagi perekonomian Indonesia.
