Teknologi Panas Bumi Indonesia Go International, Petro-MAX PGE Sabet Gold Medal di Korea Selatan

Jakarta, 2 Januari 2026 — Inovasi teknologi panas bumi Indonesia kembali mencuri perhatian dunia. PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX: PGEO) berhasil meraih Gold Medal sekaligus Special Prize dari Korea Invention Promotion Association (KIPA) dalam ajang Seoul International Invention Fair (SIIF) 2025 yang digelar di COEX, Seoul, Korea Selatan, pada 3–6 Desember 2025.

Pada pameran inovasi internasional tersebut, PGE menampilkan terobosan bertajuk “Petro-MAX: A Novel Thin Section Preparation Method to Enhance Petrographic Quality of Clayish Geothermal Rocks.” Inovasi ini merupakan metode baru dalam preparasi sayatan tipis batuan panas bumi berlempung dengan memadukan resin epoxy dan pelarut Methyl Ethyl Ketone (MEK).

Kombinasi tersebut menghasilkan lapisan polimer tipis yang mampu meresap ke dalam struktur mineral, memperkuat ikatan antar-mineral, serta menjaga stabilitas sampel selama proses analisis.

Baca juga: Yuk Kenalan dengan Energi Panas Bumi, Kekuatan Tersembunyi Indonesia untuk Listrik Bersih

Berkat pendekatan tersebut, Petro-MAX mampu meningkatkan kualitas analisis petrografi secara signifikan. Hasil pengamatan menjadi lebih jelas dan akurat, sehingga memberikan dukungan penting bagi kegiatan eksplorasi dan pengembangan proyek panas bumi yang dijalankan PGE. Inovasi ini pun lolos dari proses penjurian ketat oleh para pakar internasional dan dinilai memiliki nilai aplikatif tinggi di industri panas bumi.

Direktur Eksplorasi dan Pengembangan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk, Edwil Suzandi, menyampaikan, bahwa pencapaian di SIIF 2025 menjadi bukti kapasitas inovasi PGE dalam memperkuat daya saing industri panas bumi Indonesia di kancah global.

“Eksplorasi panas bumi di Indonesia masih dihadapkan pada tantangan besar, mulai dari risiko pengeboran hingga kompleksitas geologi. Inovasi seperti Petro-MAX berperan penting dalam meningkatkan akurasi analisis dan mendukung pengambilan keputusan teknis di setiap fase proyek. Bagi kami, penghargaan ini bukan sekadar pengakuan, tetapi juga motivasi untuk terus menghadirkan inovasi yang relevan dan bernilai tambah bagi pengembangan energi panas bumi nasional,” ujar Edwil.

Lebih jauh, keberhasilan ini membuka peluang bagi PGE untuk memperkenalkan teknologi unggulannya ke pasar internasional. SIIF sendiri dikenal sebagai gateway to the world market yang mempertemukan para inovator, peneliti, investor, dan pelaku industri dari berbagai negara.

Baca juga: TransTRACK Tampilkan Inovasi Maritim di Marine & Offshore Qatar 2025

Diselenggarakan oleh Korean Intellectual Property Office (KIPO) dan Korea Invention Promotion Association (KIPA), SIIF merupakan salah satu pameran inovasi terbesar di dunia. Sejak pertama kali digelar pada 2002, ajang ini berada di bawah naungan Pemerintah Kota Seoul, World Intellectual Property Organization (WIPO), serta International Federation of Inventors’ Associations (IFIA).

Pada tahun ini, SIIF diikuti oleh 617 peserta dari 19 negara dengan menampilkan lebih dari 500 penemuan, menegaskan reputasinya sebagai panggung strategis bagi inovasi berkelas dunia. Prestasi PGE melalui Petro-MAX pun memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain penting dalam pengembangan teknologi panas bumi global.