Bakti BCA Kembangkan 10 Desa Wisata Menuju Pariwisata Berkelanjutan
Bali, 5 Januari 2026 – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) melalui program corporate shared value (CSV) Bakti BCA menggelar Sharing Session Quality Tourism Desa Bakti BCA pada 29–30 Desember 2025 di Desa Wisata Taro, Bali. Kegiatan ini menghadirkan Duta Bakti BCA Nicholas Saputra dan diikuti oleh 10 desa serta komunitas wisata binaan Bakti BCA.
Forum ini dirancang untuk memperkuat kapasitas pengelola desa wisata dalam menerapkan tata kelola pariwisata yang bertanggung jawab, berkualitas, dan selaras dengan prinsip Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability (CHSE). Para peserta mengikuti sesi pembelajaran, benchmarking ke Desa Wisata Penglipuran, serta diskusi bersama praktisi pariwisata.
Baca juga: Ini Siasat OYO Antisipasi Lonjakan Wisata Akhir Tahun
“Pariwisata berkualitas tidak hanya diukur dari jumlah kunjungan, tetapi dari pengalaman wisata yang bermakna, standar layanan yang unggul, serta dampak positif bagi ekonomi, sosial budaya, dan kelestarian lingkungan,” ujar EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn.
Pada kesempatan yang sama, Nicholas Saputra menekankan pentingnya konsistensi dalam pengelolaan destinasi wisata berbasis keberlanjutan. “Setiap destinasi memiliki karakter yang unik. Pengelolaan yang menghormati lingkungan, budaya, serta melibatkan masyarakat lokal akan memperkuat keberlanjutan desa wisata dalam jangka panjang,” ujarnya.
Baca juga: Banjir dan Longsor Tak Lagi Kebetulan, Ada yang Salah pada Cara Kita Mengelola Hutan
Program ini merupakan bagian dari pembinaan Desa Bakti BCA yang mengacu pada Permenparekraf No. 9 Tahun 2021 serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Saat ini, BCA membina 27 desa wisata di berbagai wilayah Indonesia, sejumlah di antaranya telah meraih penghargaan nasional dan internasional.
