Lintasarta–Starlink Percepat Konektivitas Enterprise
Jakarta, 6 Januari 2026 — Lintasarta memperkuat kolaborasi strategis dengan Starlink, layanan internet berbasis satelit orbit rendah milik SpaceX, untuk menjawab kebutuhan konektivitas berstandar enterprise, sekaligus mempercepat transformasi digital lintas sektor industri di Indonesia.
Sejak kerja sama ditandatangani pada Agustus 2024, implementasi layanan Starlink yang dikelola Lintasarta mencatat pertumbuhan lebih dari 400% dalam satu tahun terakhir. Pertumbuhan ini didorong meningkatnya permintaan dari sektor industri, pemerintahan, serta kawasan dengan keterbatasan infrastruktur digital, termasuk wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).
Director & Chief Telco Services Officer Lintasarta, Zulfi Hadi, menyatakan bahwa akselerasi adopsi Starlink mencerminkan kebutuhan dunia usaha terhadap konektivitas yang cepat, andal, dan aman untuk mendukung operasional bisnis modern, termasuk pengembangan AI, analitik data, dan otomasi.
“Kolaborasi ini kami posisikan sebagai solusi konektivitas strategis bagi industri. Bukan hanya soal akses internet, tetapi fondasi bagi transformasi digital dan kedaulatan data nasional yang dikelola dengan tata kelola dan keamanan berstandar tinggi,” ujar Zulfi.
Kolaborasi dengan Starlink juga memperkuat peran Lintasarta sebagai AI Factory dalam Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) Group, yang dibangun di atas empat pilar utama: Connectivity, Cloud, Cybersecurity, dan Collaboration.
Keempat pilar ini terintegrasi untuk menghadirkan solusi end-to-end bagi pelanggan korporasi dan institusi dalam membangun ekosistem digital berbasis kecerdasan artifisial yang kompetitif secara global.
Layanan Starlink diintegrasikan dengan infrastruktur cloud dan sistem keamanan siber Lintasarta melalui pendekatan managed service, sehingga memastikan keandalan jaringan, perlindungan data, serta kepatuhan terhadap regulasi nasional. Model ini memungkinkan pelanggan industri mendapatkan konektivitas satelit dengan standar enterprise tanpa kompleksitas operasional.
Director of Commercial Sales SpaceX, Andrew Matlock, menegaskan Indonesia merupakan pasar strategis bagi pengembangan ekosistem digital di kawasan.
“Bersama Lintasarta, kami ingin mendukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia dengan menghadirkan konektivitas yang inklusif, andal, dan siap menopang kebutuhan industri masa depan,” kata Andrew.
Kolaborasi ini juga terbukti krusial dalam situasi darurat dan keberlangsungan bisnis. Saat terjadi bencana di Aceh dan Sumatera Utara, layanan Starlink yang dikelola Lintasarta memungkinkan pemulihan jaringan operator dan pelanggan korporasi secara signifikan lebih cepat, berkat kemampuan deployment yang fleksibel dan tidak bergantung pada infrastruktur terrestrial.
Seiring meningkatnya kebutuhan industri terhadap konektivitas berkapasitas tinggi untuk AI, data analytics, dan sistem digital mission-critical, Lintasarta menempatkan kolaborasi dengan Starlink sebagai elemen penting dalam memperkuat daya saing industri nasional.
Baca juga: Adopsi AI dan Cloud Meningkat, Namun Infrastruktur Perusahaan Masih Tertinggal
“Kami ingin teknologi menjadi enabler pertumbuhan bisnis, memperluas peluang industri, dan mendorong ekonomi digital Indonesia yang berkelanjutan,” tutup Zulfi.
Ke depan, Lintasarta dan Starlink akan terus memperluas jangkauan layanan serta mengeksplorasi kolaborasi strategis untuk sektor industri, layanan publik, pendidikan, dan kesehatan, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045.
