Keterlibatan Pengguna Jadi Penentu, Aplikasi Finansial di Asia Pasifik Tinggalkan Kejar Unduhan
Jakarta, Januari 2026 – Ekosistem aplikasi keuangan di Indonesia dan kawasan Asia Pasifik tengah memasuki fase baru. Pertumbuhan tidak lagi ditentukan oleh agresivitas akuisisi pengguna, melainkan oleh kualitas keterlibatan (engagement) dan retensi jangka panjang. Temuan ini tercermin dalam Finance App Insights Report: 2025 Edition dari Adjust, yang mencatat peningkatan sesi aplikasi sebesar 35% di Asia Pasifik pada paruh pertama 2025, meski jumlah instalasi justru menurun.
Menurut April Tayson, Regional Vice President INSEA Adjust, tren tersebut menandakan pasar yang semakin matang. Pengguna kini lebih selektif dalam memilih aplikasi untuk mengelola keuangan, berinvestasi, maupun membangun kebiasaan finansial jangka panjang. Aplikasi keuangan melihat pengguna yang sudah ada menjadi lebih aktif membuka, mengeksplorasi, dan berinteraksi dengan platform yang mereka percayai.
Baca juga: Uang Giral: Bukan Sekadar Angka di Layar, Tapi Nadi Perkonomian Modern
Di Indonesia, pergeseran ini terlihat jelas pada aplikasi trading dan investasi. Pengguna tidak lagi hanya tertarik pada kemudahan pendaftaran, tetapi juga mempertimbangkan aspek transparansi, keamanan, dan pengalaman pengguna sebelum melakukan deposit pertama. Fokus jangka panjang terhadap kepercayaan dinilai menjadi fondasi utama, menggantikan orientasi lama yang menitikberatkan pada volume unduhan.
Perubahan ini turut mendorong pergeseran strategi pemasaran dari kuantitas ke kualitas. Dengan biaya per instalasi (CPI) aplikasi keuangan di Asia Pasifik yang turun ke rata-rata US$0,51, pemasar kini lebih menaruh perhatian pada kanal yang mampu menghadirkan pengguna dengan niat kuat—mereka yang menyelesaikan verifikasi KYC, mendanai akun, dan tetap aktif. Visibilitas funnel yang lebih mendalam menjadi kunci untuk mengidentifikasi tahapan paling berpengaruh terhadap nilai jangka panjang pengguna.
Seiring ekosistem yang semakin kompleks, kebutuhan akan analitik yang presisi juga meningkat. Penggabungan atribusi berbasis event dengan pipeline data terpusat memungkinkan tim pemasaran memantau akuisisi, retensi, hingga ROAS secara lebih akurat. Pendekatan ini membantu pengambilan keputusan yang lebih cepat di tengah dinamika biaya, perilaku pengguna, dan regulasi yang terus berubah.
Baca juga: Dari Laci ke Aplikasi: Cara Baru Investasi Emas di Era Digital
Keamanan data turut menjadi perhatian utama. Risiko fraud yang lebih tinggi di sektor keuangan menuntut perlindungan ekstra, mulai dari deteksi instalasi mencurigakan hingga pemantauan perilaku pengguna. Dengan data yang bersih dan konsisten, aplikasi keuangan dapat menyusun strategi pertumbuhan yang lebih berkelanjutan.
Ke depan, kepercayaan, transparansi, dan pengukuran yang akurat akan menjadi pembeda utama di pasar aplikasi finansial. Aplikasi yang mampu menggabungkan pengalaman produk yang solid dengan sistem atribusi yang andal dinilai lebih siap menjawab ekspektasi pengguna dan menjaga pertumbuhan jangka panjang di tengah persaingan yang semakin ketat.
