Tren Pasta Gigi Pemutih, Konsumen Kini Beralih ke Solusi Aman Tanpa Abrasi
Jakarta, 7 Januari 2026 – Memasuki awal 2026, tren perawatan gigi mengalami pergeseran signifikan. Jika sebelumnya pasta gigi pemutih identik dengan hasil instan namun berisiko membuat gigi sensitif, kini konsumen—khususnya di kalangan urban—mulai lebih selektif dalam memilih produk yang tidak hanya memutihkan, tetapi juga aman bagi enamel gigi.
Data Fortune Business Insights (2025) menunjukkan pasar global produk pemutih gigi diproyeksikan menembus USD 12,77 miliar pada 2032, dengan lebih dari separuh kontribusi berasal dari segmen pasta gigi pemutih.
Baca juga: Balikin Senyum Warga Makassar: Polident dan IPROSI Pecahkan Rekor MURI Lewat 315 Gigi Tiruan Gratis
Di kawasan Asia Pasifik, nilai pasar oral care rumah tangga bahkan diperkirakan mencapai USD 1,3 miliar pada 2026. Tren ini didorong gaya hidup Millennials dan Gen Z yang lekat dengan konsumsi kopi, teh, dan rokok, namun tetap menginginkan senyum cerah sebagai bagian dari penampilan.
Di balik pertumbuhan tersebut, muncul kesadaran baru. Laporan Mintel 2025 mencatat konsumen semakin kritis terhadap komposisi bahan, terutama untuk produk yang digunakan setiap hari. Sekitar 49% konsumen global kini memilih pasta gigi pemutih yang tidak menimbulkan sensitivitas, dengan bahan less abrasive sebagai pertimbangan utama.
Menjawab kebutuhan ini, teknologi pemutihan gigi pun ikut berevolusi. Salah satunya melalui pemanfaatan Fluoride Calcium Powder (FCap™) dan Hydroxyapatite (HAP), dua bahan aktif yang dirancang untuk memutihkan sekaligus memperbaiki enamel gigi.
“Konsumen Indonesia kini mencari solusi yang seimbang—aman, efektif, dan nyaman digunakan jangka panjang. Teknologi FCap™ dan HAP menjadi standar baru untuk pemutihan gigi tanpa rasa ngilu,” ujar Michelle, Country Manager usmile Indonesia & Malaysia.
Secara teknis, FCap™ merupakan teknologi water-free proprietary yang membantu mempercepat pemutihan hingga 2,5 kali lebih efektif, sekaligus mendukung perbaikan enamel dengan menghantarkan kalsium dan ion fosfat ke pori mikro gigi.
Teknologi ini bekerja sinergis dengan HAP, mineral alami penyusun gigi yang berperan dalam proses remineralisasi, sehingga permukaan gigi menjadi lebih halus, kuat, dan tampak cerah tanpa mengikis lapisan pelindungnya.
Baca juga: Atasi Disfungsi Ereksi, Phapros Perkenalkan Terapi ODF
Formulasi ini menjadi andalan dalam pasta gigi usmile Repair White, yang diluncurkan pada Desember 2025 bersama varian usmile Fresh White. Kehadirannya menarik perhatian konsumen e-commerce berkat kombinasi inovasi teknologi, bahan teruji secara klinis, serta desain produk yang estetis dan relevan dengan selera konsumen Indonesia.
Tak hanya menawarkan fungsi, produk ini juga menonjol lewat tekstur lembut serta rasa dan aroma yang unik—faktor yang mendorong pengalaman penggunaan lebih menyenangkan dan pembelian berulang.
