Saham DADA Melonjak 35% di Awal 2026, Apakah ini Sinyal Kebangkitan Emiten Properti?
Jakarta, 8 Januari 2026 – Saham PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA) mencuri perhatian pasar di awal 2026. Dalam waktu sekitar 15 menit perdagangan, harga saham DADA melonjak hingga 35% dari level Rp50, dengan pergerakan cepat yang disertai volume transaksi solid. Kenaikan ini dinilai bukan sekadar fluktuasi sesaat, melainkan mencerminkan perubahan persepsi pasar terhadap fundamental perseroan.
Optimisme investor menguat seiring membaiknya kinerja keuangan DADA. Emiten properti yang berfokus pada pengembangan hunian bernilai tambah ini mencatat lonjakan laba signifikan, bahkan mencapai ratusan persen dari kuartal II ke kuartal III 2025.
Direktur dan CEO PT Diamond Citra Propertindo Tbk, Bayu Setiawan, mengatakan bahwa lonjakan laba tersebut menjadi sinyal penting bagi pasar. “Ini menunjukkan perusahaan tidak hanya bertahan, tetapi berhasil melakukan akselerasi bisnis secara nyata,” ujarnya. Menurut Bayu, kondisi tersebut membuat valuasi lama di level Rp50 mulai dianggap tidak lagi mencerminkan fundamental perseroan.
Baca juga: DADA Sabet Indonesia My Home Award 2025 Lewat Proyek Apple 3 Condovilla
Di kalangan pelaku pasar, pergerakan saham DADA mulai dipandang sebagai fase “awakening”, yakni transisi dari saham yang sebelumnya kurang diperhatikan menjadi emiten dengan cerita pertumbuhan baru. Lonjakan harga dalam waktu singkat kerap dibaca sebagai awal proses “re-rating” valuasi, seiring pasar menyesuaikan harga saham dengan prospek jangka menengah dan panjang.
“Pertanyaan pasar kini bukan lagi mengapa saham ini naik, melainkan sejauh mana proses revaluasi akan berlanjut,” kata Bayu. Ia menegaskan bahwa kenaikan DADA kali ini didukung data kinerja riil, bukan sekadar rumor atau sentimen jangka pendek.
Di tengah mulai pulihnya sektor properti dan meningkatnya selektivitas investor, saham DADA berpotensi menjadi salah satu contoh transformasi emiten kecil yang berhasil menarik kembali perhatian pasar melalui perbaikan kinerja dan prospek yang lebih menjanjikan.
Terjadinya lonjakan saham DADA di awal 2026 dapat menjadi sinyal awal pembentukan tren positif, meskipun investor tetap perlu mencermati faktor risiko seperti kondisi makroekonomi global, daya beli masyarakat, serta realisasi kinerja keuangan perseroan pada kuartal-kuartal mendatang. Dengan volatilitas yang masih berpotensi terjadi, pendekatan selektif dan berbasis fundamental tetap menjadi kunci.
“Ke depan, saham DADA berpeluang melanjutkan penguatan apabila perseroan mampu menjaga kinerja penjualan, merealisasikan proyek sesuai rencana, serta menghadirkan katalis korporasi yang memberikan nilai tambah bagi pemegang saham. Di tengah mulai bangkitnya sektor properti, DADA berpotensi menjadi salah satu emiten yang ikut menikmati momentum pemulihan tersebut,” pungkas Bayu optimis.
