Setelah Sahamnya Melonjak, DADA Akuisisi PKSI dan Berekspansi ke Segmen Rumah Tapak

Jakarta, 10 Januari 2026 — Penguatan saham PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA) di awal 2026 menarik perhatian pelaku pasar. Dari level Rp50 per saham, DADA bergerak naik hingga kisaran Rp67. Kenaikan ini terjadi di tengah upaya pelaku industri properti membaca ulang arah pasar, kebijakan pemerintah, dan strategi ekspansi yang semakin selektif.

Momentum tersebut bertepatan dengan membaiknya sentimen sektor properti nasional. Perpanjangan kebijakan Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) 100% sepanjang 2026 memberi ruang bagi permintaan hunian, khususnya dari segmen end user. Bagi pasar, kebijakan ini bukan sekadar insentif fiskal, tetapi sinyal keberlanjutan dukungan negara terhadap sektor residensial.

Baca juga: DADA Sabet Indonesia My Home Award 2025 Lewat Proyek Apple 3 Condovilla

Di sisi korporasi, langkah PT Karya Permata Inovasi Indonesia Tbk (KPII) selaku pemegang saham pengendali DADA menjadi penanda penting. KPII menyelesaikan akuisisi 99,9% saham PT Pejaten Kreasi Sukses Indonesia (PKSI) senilai sekitar Rp174,8 miliar. Aksi ini menggeser fokus ekspansi DADA ke segmen hunian tapak (landed housing), segmen yang dinilai lebih defensif dan berorientasi pada kebutuhan riil konsumen.

Melalui akuisisi tersebut, KPII resmi mengendalikan PKSI dan membuka ruang pengembangan perumahan tapak di kawasan penyangga Jakarta seperti Depok, Bogor, dan Tangerang Selatan—wilayah yang selama ini menjadi barometer permintaan hunian end user.

Masuknya KPII ke PKSI mempertegas bahwa penguatan saham DADA tidak semata bertumpu pada sentimen jangka pendek. Pasar membaca adanya langkah struktural untuk memperluas portofolio bisnis, sekaligus mengurangi ketergantungan pada segmen properti vertikal yang lebih sensitif terhadap siklus ekonomi.

Selama ini, DADA dikenal melalui pengembangan properti high rise dan strata title. Ekspansi ke hunian tapak menghadirkan diversifikasi yang lebih seimbang, dengan karakter arus kas yang relatif lebih cepat dan permintaan yang lebih stabil.

Baca juga: Saham DADA Melonjak 35% di Awal 2026, Apakah ini Sinyal Kebangkitan Emiten Properti?

Direktur dan CEO PT Diamond Citra Propertindo Tbk, Bayu Setiawan, menyampaikan bahwa akuisisi ini merupakan bagian dari strategi jangka menengah pengendali dalam mengelola permodalan dan ekspansi secara terukur. “Pengembangan rumah tapak di wilayah buffer city Jakarta masih sangat potensial karena didominasi kebutuhan end user,” ujarnya.

Ke depan, bersama PKSI, KPII akan mengembangkan hunian tapak dengan pendekatan nilai tambah—mulai dari perencanaan kawasan, desain rumah yang fungsional, hingga keterjangkauan harga. Pendekatan ini sejalan dengan perubahan preferensi konsumen yang kian rasional dalam memilih hunian.

Pergerakan saham DADA dari Rp50 ke Rp67 menjadi sinyal awal bahwa pasar mulai merespons ekspansi berbasis fundamental. Bagi investor, ini bukan hanya soal kenaikan harga saham, tetapi tentang bagaimana emiten properti membaca momentum, mengelola risiko, dan menata ulang arah pertumbuhan di tengah dinamika sektor residensial.