DBS Indonesia Salurkan Pembiayaan Berkelanjutan USD 20 Juta, Perkuat Rantai Pasok Kopi dan Likuiditas UMKM
Bank DBS Indonesia menyalurkan fasilitas sustainable pre-shipment senilai USD 20 juta kepada Sucden Coffee Indonesia untuk memperkuat likuiditas petani dan UMKM kopi, sekaligus meningkatkan ketahanan rantai pasok dan praktik ESG di sektor agribisnis.
Jakarta, 13 Januari 2026 – Bank DBS Indonesia menyalurkan fasilitas pembiayaan sustainable pre-shipment senilai USD 20 juta kepada Sucden Coffee Indonesia. Fasilitas ini ditujukan untuk memperkuat modal kerja dan likuiditas jaringan pemasok kopi lokal Sucden, khususnya petani kecil dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjadi bagian penting dalam rantai pasok kopi nasional.
Dari perspektif bisnis dan keuangan, pembiayaan pre-shipment ini berperan strategis dalam menutup kesenjangan likuiditas pada tahap pra-ekspor, fase krusial yang kerap menjadi tantangan bagi petani dan UMKM. Dengan dukungan modal yang lebih stabil, para pemasok diharapkan mampu menjaga kontinuitas produksi, kualitas pasokan, serta ketepatan waktu pengiriman ke pasar domestik dan global.
Baca juga: Bukti Orang Indonesia Doyan Ngopi: Penjualan Kopi di E-Commerce Melejit 120%
Head of Institutional Banking Group PT Bank DBS Indonesia, Anthonius Sehonamin, menyatakan bahwa kemitraan ini mencerminkan peran Bank DBS Indonesia sebagai mitra keuangan bagi pertumbuhan bisnis berkelanjutan. Penguatan akses pembiayaan di sektor pertanian dinilai tidak hanya berdampak pada peningkatan produktivitas, tetapi juga memperkuat ketahanan rantai pasok nasional di tengah dinamika pasar global.
Fasilitas pembiayaan ini juga selaras dengan kebijakan pengembangan UMKM sebagaimana diatur dalam Undang-Undang No. 20 Tahun 2008, khususnya terkait perluasan akses pembiayaan dan pasar. Bagi korporasi dan investor, skema ini mencerminkan pendekatan pembiayaan yang terstruktur untuk memitigasi risiko operasional di sektor agribisnis sekaligus mendorong nilai tambah ekonomi lokal.
Pendanaan tersebut mendukung agenda keberlanjutan jangka panjang Sucden Group hingga 2050, serta target antara pada 2025, termasuk peningkatan praktik pertanian berkelanjutan dan peningkatan proporsi kopi bersertifikat dalam portofolio perdagangannya. Integrasi pembiayaan dengan target keberlanjutan ini memperkuat posisi Sucden dalam memenuhi tuntutan pasar global yang semakin menekankan aspek Environmental, Social, and Governance (ESG).
Baca juga: Tugu Insurance Laporkan Laba Rp594,8 Miliar dan RBC 360,9%
Chief Financial Officer Sucden Coffee, Elliott Commissaire, menilai fasilitas ini meningkatkan fleksibilitas keuangan perusahaan dalam mendukung basis pemasok, terutama petani kecil. Dukungan pendanaan yang tepat waktu memungkinkan Sucden menjaga stabilitas pasokan sekaligus memperkuat daya saing bisnis dalam rantai nilai kopi global.
Langkah ini melengkapi strategi Bank DBS Indonesia dalam memperluas portofolio sustainable finance, termasuk pendanaan berbasis blended finance yang sebelumnya disalurkan kepada Adena Coffee. Bagi sektor keuangan, pendekatan ini menunjukkan bagaimana instrumen pembiayaan berkelanjutan dapat berfungsi sebagai katalis pertumbuhan bisnis, mitigasi risiko rantai pasok, dan penciptaan dampak sosial jangka panjang.
