Musim Dingin di Palestina, BMM Kembali Kirim Relawan Salurkan Bantuan Kemanusiaan

Jakarta, 15 Januari 2026 – Lembaga Amil Zakat Nasional dan Nazhir Wakaf Baitulmaal Muamalat (BMM) kembali memberangkatkan relawan untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Palestina melalui program Ekspedisi Palestina – Winter Survival, menyusul memburuknya kondisi kemanusiaan di tengah musim dingin.

Keberangkatan relawan yang didukung PT Bank Muamalat Indonesia Tbk serta sejumlah mitra ini dilaksanakan pada 15 Desember 2025, bertepatan dengan puncak musim dingin di kawasan Timur Tengah. Program tersebut merupakan kelanjutan dari Ekspedisi 1 Bersama Membangun Palestina yang telah dilaksanakan BMM pada Ramadan 1446 H lalu.

Pada ekspedisi kali ini, para relawan mendistribusikan berbagai bentuk bantuan yang disesuaikan dengan kebutuhan mendesak masyarakat Palestina. Bantuan tersebut meliputi paket logistik pangan untuk 8.500 jiwa, 1.000 paket makanan siap saji (hotmeals), 150 paket bantuan kesehatan, 300 paket jaket dan selimut, 400 paket susu formula, serta aktivasi layanan klinik selama dua bulan.

Direktur Eksekutif BMM, Tegar Sangga Barkah, mengatakan pengiriman relawan menjadi bagian dari komitmen BMM dalam menjaga akuntabilitas dan transparansi penyaluran bantuan kemanusiaan.

“Program ini merupakan ikhtiar untuk menghadirkan kepedulian secara langsung melalui interaksi hangat dengan rakyat Palestina. Kehadiran relawan di lapangan memastikan amanah para donatur tersampaikan tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Tegar.

Dukungan terhadap para relawan juga disampaikan Pembina Yayasan BMM sekaligus Direktur Utama Bank Muamalat, Imam Teguh Saptono. Ia menegaskan bahwa pengiriman relawan mencerminkan solidaritas kemanusiaan lintas negara.

“Kita mungkin tidak bisa menghentikan musim dingin di Palestina. Namun, kita bisa mengirimkan kehangatan melalui relawan yang menyampaikan bantuan sekaligus membawa doa dan harapan masyarakat Indonesia agar rakyat Palestina tetap kuat menghadapi masa sulit,” kata Imam.

Dalam pelaksanaannya, BMM bekerja sama dengan sejumlah mitra kemanusiaan internasional, antara lain Islamic Charity Center for Society (ICCS), Jordanian Hashemite Charity Organization (JHCO), dan Global Humanity Network (GHN). Melalui kolaborasi ini, sebanyak 10.350 warga Palestina ditargetkan menjadi penerima manfaat program.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Gaza, sejak gencatan senjata pada 10 Oktober 2025, kondisi kemanusiaan di Palestina masih sangat memprihatinkan. Tercatat 71.629 warga meninggal dunia, 171.232 orang mengalami luka-luka, 92% rumah rusak atau hancur, serta sekitar 43.000 balita mengalami malnutrisi. Situasi tersebut semakin berat dengan suhu musim dingin yang dapat mencapai 7 derajat celsius hingga awal Maret.

Melalui Ekspedisi Palestina – Winter Survival, BMM berharap bantuan yang disalurkan dapat meringankan beban masyarakat Palestina sekaligus memperluas dukungan kemanusiaan dan solidaritas internasional bagi perjuangan mereka.