Grab Tutup GVV Batch 8, Lima Startup Hijau Uji Solusi Berkelanjutan di Ekosistem Digital

Jakarta, 14 Januari 2026 – Grab Indonesia resmi menutup rangkaian program akselerator Grab Ventures Velocity (GVV) Batch 8 melalui sesi Graduation Day, menandai berakhirnya pendampingan intensif selama enam bulan bagi lima startup terpilih yang bergerak di sektor teknologi berkelanjutan.

GVV Batch 8 mengusung tema Driving a Sustainable Future: Helping MSMEs to Adopt Greener Operations dengan fokus pada teknologi iklim, energi terbarukan, dan ekonomi sirkular. Lima startup yang menjadi finalis program ini adalah CASION, Jejakin, Liberty Society, Rekosistem, dan Sirsak, yang terpilih dari ratusan pendaftar.

Sejak Agustus 2025, para peserta mengikuti rangkaian mentorship, pengembangan model bisnis, serta uji coba solusi melalui pilot project di dalam ekosistem Grab. Program ini ditutup dengan acara Graduation Day yang digelar pada Selasa (13/1) di Jakarta Selatan dan dihadiri perwakilan investor, mentor industri, serta alumni GVV dari batch sebelumnya.

Baca juga: Videotto, Startup Bikinan Anak Muda Berusia 18 Tahun Raup Pendanaan dari East Ventures

Chief Executive Officer Grab Indonesia, Neneng Goenadi, menyampaikan bahwa program ini bertujuan mendorong lahirnya solusi teknologi yang relevan dengan tantangan keberlanjutan, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Startup-startup ini menunjukkan bagaimana inovasi teknologi dapat diterapkan untuk menciptakan dampak jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat,” ujar Neneng.

Salah satu elemen utama GVV Batch 8 adalah implementasi pilot project di dalam ekosistem Grab. Melalui skema ini, para startup menguji solusi mereka secara langsung, mulai dari pengurangan emisi karbon, pengelolaan sampah, hingga pengembangan infrastruktur kendaraan listrik.

Jejakin, misalnya, mengembangkan fitur layanan keberlanjutan bersama Grab for Business yang diklaim berkontribusi pada penanaman ratusan pohon mangrove serta pengurangan emisi karbon. Sementara Liberty Society memanfaatkan pendekatan ekonomi sirkular dengan mengolah limbah jaket mitra pengemudi dan minyak jelantah menjadi produk upcycling yang dipasarkan kembali.

Di sisi lain, Sirsak mendorong partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah melalui kampanye donasi mikro yang terintegrasi dengan layanan Grab, sedangkan Rekosistem mengembangkan integrasi layanan pengumpulan dan daur ulang sampah untuk memperluas jangkauan pengelolaan limbah berbasis teknologi.

GVV Batch 8 juga melibatkan startup di sektor kendaraan listrik. CASION menguji solusi pengisian daya kendaraan listrik yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar Indonesia, sebagai bagian dari upaya mendukung transisi menuju mobilitas rendah karbon.

Program akselerator ini didukung oleh Superbank dan Genesis Alternative Ventures sebagai mitra strategis. Presiden Direktur Superbank, Tigor M. Siahaan, menilai pendekatan uji coba langsung dalam ekosistem Grab menjadi nilai penting dari program GVV.

Baca juga: Lintasarta Umumkan Tiga Startup Teratas Semesta AI 2025

“Selama enam bulan perjalanan GVV Batch 8, kami melihat bagaimana inovasi para startup tidak hanya diuji secara konsep, tetapi diterapkan dalam konteks nyata melalui pilot project. Pendekatan ini penting agar solusi yang dikembangkan benar-benar menjawab tantangan ekonomi dan lingkungan secara terukur dan berkelanjutan,” ujar Tigor.

Selain pendampingan bisnis, Grab juga mengumumkan kerja sama dengan Direktorat Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Komdigi) melalui penandatanganan perjanjian kerja sama untuk mendukung penguatan ekosistem startup nasional.

Sejak diluncurkan pada 2018, Grab mencatat sekitar 83% dari total 35 alumni GVV masih beroperasi dan mengembangkan bisnis secara berkelanjutan. Penutupan GVV Batch 8 menjadi bagian dari upaya memperluas kolaborasi antara korporasi, startup, dan pemangku kepentingan dalam mendorong inovasi berbasis keberlanjutan di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *