Tren Belanja Online Ramadan: Transaksi Melonjak 115%, Fashion hingga FMCG Jadi Andalan
Jakarta, 26 Januari 2026 — Ramadan kembali menjadi salah satu momentum ekonomi paling krusial di Indonesia. Menjelang Ramadan 2026, aktivitas belanja masyarakat diperkirakan kembali meningkat, seiring dengan kebutuhan konsumsi harian hingga persiapan Idulfitri. Data terbaru dari SIRCLO menunjukkan, tren belanja online di momen Ramadan tak hanya tumbuh dari sisi volume, tetapi juga semakin terencana dan strategis.
Berdasarkan analisis data internal SIRCLO pada periode Ramadan dan Idulfitri 2025, jumlah transaksi brand tercatat melonjak hingga 115% pada rentang dua minggu sebelum Ramadan hingga dua minggu setelah Idulfitri, dibandingkan satu bulan sebelumnya. Lonjakan ini menegaskan bahwa Ramadan menjadi fase penting bagi brand untuk mendorong penjualan sekaligus membangun loyalitas konsumen jangka panjang.
Baca juga: Jam Sahur Jadi “Tambang Emas” Iklan Ramadan: Trafik Digital Naik 87%
Chief Operating Officer SIRCLO, Danang Cahyono, mengatakan bahwa perubahan perilaku konsumen membuat strategi penjualan online perlu disesuaikan sejak awal. “Data ini menunjukkan bahwa Ramadan membuka peluang besar bagi brand yang mampu membaca momentum dan menghadirkan strategi penjualan online yang relevan,” ujarnya.
Kategori Favorit dan Nilai Belanja Meningkat
Selama Ramadan 2025, lima kategori dengan jumlah transaksi tertinggi di platform yang dikelola SIRCLO mencakup Beauty & Personal Care, FMCG, Mom & Baby, Healthcare, serta Fashion. Pola ini mencerminkan pergeseran konsumen yang semakin mengandalkan belanja online untuk kebutuhan rutin hingga persiapan Hari Raya.
Dari sisi nilai keranjang belanja, FMCG mencatat kenaikan rata-rata sebesar 27,5%, disusul kategori Travelling sebesar 14% dan Fashion sebesar 13,5%. Hal ini mengindikasikan konsumen cenderung mengalokasikan anggaran lebih besar dalam satu kali transaksi, terutama untuk kebutuhan pokok dan perjalanan mudik.
Sementara itu, kategori dengan pertumbuhan transaksi tertinggi secara tahunan adalah Fashion yang meningkat hingga 4 kali lipat, diikuti Travelling hampir 3 kali lipat. Kategori Electronics, Mom & Baby, dan FMCG juga menunjukkan pertumbuhan stabil di kisaran 2 kali lipat.
SIRCLO juga mencatat pola waktu belanja yang semakin konsisten. Pukul 12.00 siang menjadi jam transaksi terpopuler, baik menjelang maupun selama Ramadan. Pola ini sejalan dengan data Telkomsel Enterprise yang menunjukkan puncak aktivitas belanja online terjadi menjelang sahur (03.00–05.00), waktu istirahat siang (11.00–14.00), serta sore hingga malam hari menjelang dan setelah berbuka puasa (16.00–19.00).
Baca juga: Sambut Ramadan 2026, Grab Ungkap Pola Konsumsi Baru dan Peluang Kampanye Lintas Layanan
Empat Strategi Brand Menyambut Ramadan 2026
Mengacu pada tren tersebut, SIRCLO menyoroti empat pendekatan utama yang dapat diterapkan brand untuk memaksimalkan Ramadan 2026. Pertama, memulai kampanye lebih awal, setidaknya dua minggu sebelum Ramadan, untuk membangun awareness sebelum periode puncak. Kedua, menghadirkan promosi yang lebih relevan dan kontekstual, tidak semata mengandalkan diskon, melainkan bundling, koleksi tematik Ramadan, hingga hadiah pembelian.
Ketiga, optimalisasi live streaming dengan tema yang dekat dengan kebutuhan konsumen, seperti persiapan sahur, berbuka, hingga Idulfitri. Terakhir, kolaborasi dengan content creator dinilai semakin penting, mengingat banyak konsumen menemukan dan memercayai produk melalui rekomendasi figur yang relevan dengan gaya hidup mereka.
“Ramadan bukan hanya soal lonjakan penjualan, tetapi bagaimana brand mampu memahami kebutuhan konsumen dan mengeksekusinya secara konsisten di berbagai kanal. Di sinilah kesiapan operasional dan pemanfaatan teknologi menjadi kunci,” tutup Danang
