BMM dan Masjid Istiqlal Luncurkan Wakaf Al-Qur’an Isyarat bagi Penyandang Disabilitas Sensorik Rungu Wicara
Jakarta, 2 Februari 2026 — Upaya menghadirkan pembelajaran Al-Qur’an yang ramah disabilitas terus diperkuat. Baitulmaal Muamalat (BMM), Lembaga Amil Zakat Nasional, dan Nazhir Wakaf yang didukung PT Bank Muamalat Indonesia Tbk, berkolaborasi dengan Masjid Istiqlal meluncurkan Program Wakaf Al-Qur’an Isyarat bagi penyandang disabilitas sensorik rungu wicara (PDSRW). Program ini diresmikan oleh Menteri Agama RI Nasaruddin Umar dan dihadiri sejumlah tokoh nasional, menandai komitmen bersama menjadikan inklusivitas sebagai bagian dari praktik keislaman.
Direktur Eksekutif BMM, Tegar Sangga Barkah, menegaskan bahwa sinergi dengan Masjid Istiqlal menjadi langkah strategis untuk memperluas jangkauan program ini hingga ke berbagai daerah. “Masjid Istiqlal akan memfasilitasi Wakaf Al-Qur’an Isyarat untuk memperluas kemudahan belajar dan menghafal Al-Qur’an bagi saudara-saudara kita penyandang PDSRW hingga pelosok negeri,” ujarnya.
Menurut Tegar, inisiatif ini sejalan dengan misi BMM di bidang pendidikan, yakni membuka akses pembelajaran Al-Qur’an yang inklusif dan setara. “Hal tersebut selaras dengan misi BMM dalam bidang pendidikan untuk memperluas dan menjangkau akses pembelajaran Al-Qur’an yang inklusif, termasuk bagi saudara-saudara kita penyandang PDSRW,” katanya.
Program Wakaf Al-Qur’an Isyarat ini juga menjadi bentuk dukungan nyata terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin ke-4 tentang pendidikan berkualitas yang inklusif dan berkeadilan.
Lebih dari itu, Tegar menekankan dimensi nilai yang ingin dicapai melalui program ini. “Inisiatif ini menjadi ikhtiar kami untuk memberikan kemudahan akses pembelajaran Al-Qur’an yang ramah disabilitas demi terwujudnya pendidikan Islam yang berkualitas. Ini merupakan bagian dari maqashid syariah, yaitu menjaga kecerdasan dan keberlanjutan generasi di masa depan,” tuturnya.
Baca juga: Etika Berbisnis Nabi Muhammad SAW yang Patut Dicontoh
Sepanjang 2025, BMM telah melaksanakan 10 batch Training of Trainer Al-Qur’an Isyarat yang menjangkau 320 penyandang PDSRW di Jakarta, DI Yogyakarta, Karawang, Surabaya, dan Banyuwangi. Selain itu, sebanyak 556 paket Al-Qur’an Isyarat, termasuk Juz ‘Amma Isyarat dan buku pembelajaran, telah didistribusikan ke berbagai wilayah di Indonesia. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa pengelolaan wakaf yang tepat sasaran mampu menghadirkan dampak sosial yang berkelanjutan, khususnya dalam memperluas akses pendidikan keagamaan yang inklusif.
