AI Alliance Resmi Ekspansi ke Indonesia, Dorong Inovasi AI Terbuka


Jakarta, 9 Februari 2026
– AI Alliance, konsorsium nirlaba global yang berfokus pada pengembangan kecerdasan buatan (AI) berbasis open-source, mengumumkan ekspansinya ke Indonesia. Konsorsium yang hadir di 29 negara dan 195 organisasi anggota, termasuk IBM dan Meta, menargetkan pengembangan AI yang bertanggung jawab serta inovasi digital di tingkat regional. Langkah ini melengkapi kehadiran AI Alliance di APAC, seperti Thailand, Jepang, dan India.

Potensi AI di Indonesia sangat besar, diproyeksikan menambah USD 366 miliar terhadap PDB pada 2030. Berdasarkan IBM CEO Study, 61% perusahaan Indonesia sudah mengadopsi agen AI, namun hanya 27% yang merasakan ROI sesuai ekspektasi. Tantangan lain mencakup pengembangan tenaga kerja terampil, infrastruktur digital, perlindungan data, keamanan siber, dan akuntabilitas dalam penerapan AI.

Baca juga: Perkuat Keamanan Data dan Tata Kelola AI, BCA Raih Sertifikasi ISO 27701 dan ISO 42001

AI Alliance yang didirikan oleh IBM bersama Meta, hadir untuk menjawab tantangan ini melalui solusi AI open-source, akses edukasi, dan kolaborasi komunitas. Universitas Ciputra menjadi anggota pertama di Indonesia, diikuti sejumlah organisasi lain yang tengah mengajukan keanggotaan.

“Kami terhormat bergabung dengan AI Alliance. Kolaborasi ini memperkuat silabus AI kami berbasis IBM SkillsBuild for Academia dan menumbuhkan pola pikir inovatif di kampus, mempersiapkan mahasiswa untuk visi Indonesia Emas 2045 dan kepemimpinan AI masa depan,” ujar Prof. Dr. Ir. Denny Bernardus, Sekretaris Dewan Eksekutif Universitas Ciputra.

“Indonesia adalah salah satu ekonomi digital paling dinamis di Asia Tenggara. Melalui AI Alliance, kami mendukung inovasi dan adopsi AI yang bertanggung jawab, mendorong masa depan digital yang inklusif,” tambah Catherine Lian, General Manager dan Technology Leader, IBM ASEAN.

Baca juga: Dicoding Gandeng IBM Kembangkan Keterampilan AI di Kalangan Siswa Vokasi

Meta menegaskan tujuan utama inisiatif ini. Berni Moestafa, Head of Public Policy Meta Indonesia, menyatakan, “Kemitraan dengan IBM bertujuan membuat AI lebih mudah diakses, aman, dan bermanfaat bagi semua, sambil membuka peluang baru di tingkat lokal.”

“Misi AI Alliance adalah memajukan sains dan pengembangan AI yang terbuka. Kami senang mendukung Indonesia dalam mengembangkan kedaulatan AI melalui prinsip keterbukaan ini,” ujar Christopher Nguyen, CEO Aitomatic dan Anggota Dewan AI Alliance.