25% Warga Indonesia Keluhkan Bau Mulut Saat Puasa, Bagaimana Mengatasinya?

Jakarta, 16 Februari 2026 – Menjelang Ramadan, tantangan umat Muslim bukan hanya menahan lapar dan dahaga. Rasa percaya diri saat berinteraksi sosial juga ikut diuji. Survei Honestdocs.id terhadap 11.740 responden mencatat, 25 persen masyarakat Indonesia mengeluhkan bau mulut (halitosis) selama berpuasa—angka tertinggi dibanding keluhan lain seperti asam lambung (17,8 persen), dehidrasi (17 persen), dan sakit kepala (13,3 persen).

Secara medis, kondisi ini dipicu turunnya produksi saliva hingga 10 persen saat puasa. Padahal, saliva berperan sebagai pembersih alami yang menekan pertumbuhan bakteri. Ketika mulut kering, bakteri penyebab bau berkembang lebih cepat dan memicu aroma tak sedap.

Baca juga: #YaKaliGakLanjut! FANTA® Fruit Punch Balik Lagi, Ramadan Jadi Alasan Nongkrong Lebih Lama

Isu ini menjadi perhatian duo host Vincent Rompies dan Desta. Bagi keduanya yang beraktivitas intens di layar kaca, kesegaran napas bukan sekadar soal estetika, melainkan modal profesional.

Menyambut Ramadan 2026, Vincent dan Desta berbagi pandangan bahwa menjaga napas segar tak cukup hanya dengan rutinitas menyikat gigi. Pemilihan kandungan pasta gigi menjadi kunci. Kepercayaan mereka pada usmile Indonesia berawal dari diskusi mendalam mengenai teknologi perawatan gigi di kanal podcast Raditya Dika, yang menghadirkan pakar Prof. Liu dan dr. Tirta.

Salah satu varian yang mereka soroti adalah Fresh White. Produk ini diformulasikan dengan Apple Polyphenols dan Zinc Glycinate—kombinasi yang diklaim mampu menghambat metabolisme bakteri penyebab bau sekaligus mengikat senyawa sulfur pemicu aroma tak sedap. Dengan demikian, fungsi pertahanan alami saliva yang berkurang saat puasa dapat “digantikan” secara optimal.

Tak hanya fokus pada kesegaran napas, Fresh White juga mengedepankan mekanisme pembersihan bertahap. Dual Natural Enzymes (Papain & Lysozyme) bekerja mengurai noda secara kimiawi tanpa merusak enamel. Setelah itu, Hydrated Silica memoles dan mengangkat plak secara lembut. Proses ini diperkuat 3D-Lock Technology serta Advanced Stain-Shield Technology untuk menjaga stabilitas bahan aktif sekaligus mencegah noda baru menempel kembali.

Varian lainnya, Repair White, mengandalkan teknologi HAP (Hydroxyapatite) dan FCap yang diklaim mampu memutihkan gigi dalam tujuh hari sekaligus memperkuat enamel. Seluruh lini produk usmile Indonesia kini telah mengantongi sertifikasi halal, memberikan rasa tenang bagi konsumen selama menjalankan ibadah.

Respons pasar terhadap brand ini terbilang impresif. Berdasarkan data EPIC Awards 2026 yang dirilis CNBC Indonesia dan Compas.co.id, usmile mencatat pertumbuhan volume penjualan hingga 4.701,43 persen pada akhir 2025—menempatkannya sebagai brand dengan pertumbuhan tertinggi di kategori oral care.

Baca juga: Berkah Ramadan MR.D.I.Y: Diskon Belanja hingga Aksi Berbagi

Michelle, Country Manager usmile Indonesia dan Malaysia, menyebut capaian tersebut sebagai amanah dari konsumen. “Pertumbuhan lebih dari 4.700 persen ini adalah kepercayaan luar biasa dari masyarakat Indonesia. Kami ingin menjadi lebih dari sekadar brand perawatan gigi—kami ingin menjadi bagian dari perjalanan transformasi diri konsumen. Sertifikasi halal dan kolaborasi bersama Vindes adalah wujud komitmen kami agar setiap senyum membawa kebaikan dan ketenangan dalam beribadah,” ujarnya.

Kolaborasi bersama Vincent dan Desta melalui VINDES Corp juga diwujudkan dalam kampanye sosial bertajuk “30 Hari Jadi Lebih Baik Bersama usmile, Vincent & Desta”. Program ini menggandeng Human Initiative dan Sustaination, dengan aksi sosial di TPA Cipeucang, Tangerang Selatan, berupa pemeriksaan gigi gratis dan pembagian sanitary kit ramah lingkungan.

Partisipasi publik dilakukan melalui pembelian “Paket Ramadan Oral Care” di official store e-commerce usmile Indonesia. Setiap transaksi otomatis dikonversi sebagai donasi. Tiga pembeli dengan nilai tertinggi di Shopee selama periode 20 Februari–8 Maret 2026 akan mendapatkan kesempatan video call eksklusif bersama Vincent dan Desta dalam program Sahur Nih Yee pada 13 Maret 2026.