Rindu ke Tanah Suci? Bank Muamalat Siapkan Skema Tabungan dan Hadiah Umrah
Jakarta, 25 Februari 2026 — Keinginan menunaikan ibadah haji kerap terbentur persoalan kesiapan dana dan panjangnya masa tunggu. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, PT Bank Muamalat Indonesia Tbk menghadirkan Program Rindu Haji (Rincian Dana untuk Haji), sebuah skema tabungan terencana berbasis syariah yang membantu masyarakat mempersiapkan biaya haji secara disiplin dan terstruktur.
Program ini berlangsung mulai 9 Februari hingga 31 Desember 2026 dan terbuka bagi nasabah Tabungan iB Hijrah Haji.
Baca juga: Mayoritas Orang Indonesia Tidak Punya Tabungan, Manulife Luncurkan MDWA
Direktur Bank Muamalat Ricky Rikardo Mulyadi mengatakan, Program Rindu Haji dirancang untuk memberikan ketenangan finansial bagi calon jemaah, baik untuk pembayaran porsi maupun pelunasan biaya selama masa tunggu.
“Kami memudahkan nasabah merencanakan ibadah haji ke Tanah Suci dengan menabung secara disiplin dan teratur. Selain membantu perencanaan keuangan, nasabah juga berkesempatan mendapatkan hadiah perlengkapan ibadah hingga grand prize berupa paket perjalanan umrah,” ujar Ricky.
Untuk mengikuti program ini, nasabah cukup menambah dana baru minimal Rp2,5 juta di Tabungan iB Hijrah Haji dan mengaktifkan setoran rutin otomatis minimal Rp100 ribu per bulan. Skema tersebut diharapkan mendorong konsistensi menabung sekaligus membangun kebiasaan finansial yang lebih sehat.
Sebagai bentuk apresiasi, nasabah dengan kenaikan saldo rata-rata tertinggi selama periode program berhak memperoleh grand prize tanpa diundi. Hadiahnya berupa satu paket perjalanan umrah untuk nasabah bersama pasangan atau keluarga, tiga sepeda motor, serta empat logam mulia masing-masing 5 gram. Pemenang akan diumumkan paling lambat 31 Januari 2027 melalui situs resmi dan kanal media sosial Bank Muamalat.
Baca juga: Atur Keuangan Lebih Rapi di Poket Rupiah myBCA
Sebagai pionir bank syariah di Indonesia, Bank Muamalat saat ini menguasai sekitar 59 persen pangsa pasar haji khusus dan 13 persen untuk haji reguler, serta melayani sekitar 700 ribu calon jemaah dalam daftar tunggu. Secara blended market share, pangsa pasar gabungan di kedua segmen tersebut berada di kisaran 19 persen.
“Kepercayaan ini menjadi bukti konsistensi kami dalam mendukung kebutuhan ibadah haji masyarakat. Hal ini selaras dengan komitmen Bank Muamalat dalam mengembangkan ekosistem haji dan umrah dari hulu ke hilir,” pungkas Ricky.
