Mastercard Strive Lampaui Target, 500 Ribu UMK Dapat Akses Digital dan Pembiayaan

Jakarta, 25 Februari 2026 – Di tengah kesenjangan pembiayaan yang kian melebar bagi pelaku usaha mikro dan kecil (UMK), program Mastercard Strive Indonesia melampaui target awalnya dengan menjangkau lebih dari 500.000 pengusaha di seluruh Indonesia. Capaian ini melampaui target 300.000 penerima manfaat yang ditetapkan saat peluncuran.

Program yang diinisiasi Mastercard Center for Inclusive Growth dan dijalankan bersama Mercy Corps Indonesia tersebut tak hanya memperluas literasi dan kapabilitas digital, tetapi juga membuka akses pembiayaan mikro hingga sekitar Rp140 miliar kepada lebih dari 26.500 pelaku UMK. Menariknya, 97% penerima pinjaman tersebut adalah perempuan.

Baca juga: IWAPI di Usia 51 Tahun: Perempuan Pengusaha Harus Go Digital atau Tertinggal

Capaian ini beriringan dengan peluncuran laporan terbaru bertajuk Striving to Thrive: The State of Indonesian Micro and Small Enterprises 2025/2026. Laporan tersebut mengungkap tren penurunan akses kredit formal yang cukup tajam: dari 33% pada 2023, turun menjadi 27% pada 2024, dan hanya 20% pada 2025. Artinya, hanya satu dari lima pelaku usaha kecil yang mengakses pembiayaan formal tahun lalu.

Mayoritas pelaku usaha masih mengandalkan pinjaman informal karena tingginya suku bunga, persyaratan jaminan, serta hambatan administratif dan kultural. Tantangan ini lebih terasa bagi pengusaha perempuan. Hanya 16% usaha yang dipimpin perempuan mengakses kredit formal, dibandingkan 20% usaha yang dipimpin laki-laki dan 26% usaha dengan kepemimpinan bersama.

Country Manager Indonesia Mastercard, Aileen Goh, menegaskan bahwa inovasi finansial bukan sekadar soal teknologi, melainkan membuka peluang secara luas. “Usaha mikro dan kecil membentuk fondasi ekonomi yang tangguh, namun banyak yang masih kurang terlayani oleh sistem keuangan formal,” ujarnya.

Lebih dari Sekadar Modal

Program ini menunjukkan bahwa akses modal saja tidak cukup. Sebanyak 74% pengusaha tercatat belum terlibat dalam layanan pendukung bisnis. Padahal, mereka yang mendapatkan pendampingan terbukti lebih berpeluang meningkatkan pendapatan.

Baca juga: Bank Muamalat Terus Genjot Pembiayaan Emas Syariah

Melalui kolaborasi dengan 17 penyedia layanan keuangan dan platform pendampingan seperti MicroMentor, Mastercard Strive menggabungkan akses pembiayaan dengan pelatihan, literasi keuangan, serta keamanan siber. Lebih dari 200.000 pengusaha mendapatkan pendampingan digital, dan lebih dari 100.000 mulai mengadopsi perangkat keamanan siber untuk melindungi aset digital mereka.

Hasilnya cukup terukur: 56% peserta melaporkan peningkatan pendapatan, dan 30% mengaku lebih percaya diri dalam mengakses kredit.

Direktur Eksekutif Mercy Corps Indonesia, Ade Soekadis, menyebut dukungan yang relevan dan tepercaya menjadi kunci. “Akses saja tidak cukup. Pengusaha membutuhkan dukungan yang praktis dan sesuai kebutuhan,” katanya.

Kolaborasi Pemerintah dan Swasta

Program ini berjalan di sejumlah wilayah seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Barat. Keberhasilannya tak lepas dari sinergi antara pemerintah daerah, sektor swasta, serta jaringan pembelajaran seperti Strive Learning Network yang dikembangkan bersama Asian Venture Philanthropy Network (AVPN) dan Bappenas.

Ferry Irawan dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menilai kolaborasi lintas sektor menjadi fondasi penguatan UMK. Pendekatan ini dinilai penting untuk memperluas akses pembiayaan sekaligus meningkatkan kapabilitas digital pelaku usaha.

Ke depan, tantangan baru juga muncul. Laporan tersebut menyoroti percepatan adopsi digital yang belum sepenuhnya diimbangi peningkatan kapabilitas, termasuk kesadaran terhadap kecerdasan artifisial (AI) dan keamanan digital. Tanpa intervensi kolektif, kesenjangan ini berpotensi makin melebar.

Di tengah agenda transformasi ekonomi nasional, penguatan UMK dinilai tetap menjadi kunci ketahanan ekonomi jangka panjang. Tidak hanya soal berapa banyak pelaku usaha yang dijangkau, tetapi sejauh mana mereka benar-benar tumbuh dan naik kelas.