Generali Luncurkan Asuransi Syariah dengan Manfaat hingga 250% dan Fitur Wakaf
Jakarta, 3 Maret 2026 – Tekanan biaya hidup masih menjadi tantangan nyata bagi masyarakat Indonesia. Data Badan Pusat Statistik mencatat standar hidup layak nasional naik 3,71% sepanjang 2024, melanjutkan tren kenaikan sejak 2022. Inflasi pangan bahkan mencapai 4,58% pada 2025, dipicu mahalnya bahan pokok, energi, dan transportasi.
Secara umum, inflasi tercatat 2,92% pada Desember 2025 dan meningkat menjadi 3,55% pada Januari 2026—sinyal bahwa tekanan harga belum sepenuhnya mereda. Sejumlah lembaga internasional juga memproyeksikan inflasi Indonesia akan bertahan di kisaran 2–2,5% hingga 2030. Artinya, risiko kenaikan harga diperkirakan masih akan terjadi secara bertahap dalam jangka panjang.
Baca juga: Allianz Life dan HSBC Luncurkan Unit Link Berbasis USD
Di tengah ketidakpastian ekonomi, sektor keuangan syariah menunjukkan kinerja yang relatif solid. Otoritas Jasa Keuangan melaporkan industri jasa keuangan syariah tumbuh positif sepanjang 2025, termasuk peningkatan aset asuransi syariah.
Namun, hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 menunjukkan masih adanya kesenjangan. Literasi keuangan syariah naik menjadi 43,42% (dari 39,11%), sementara tingkat inklusinya baru 13,41%. Artinya, pemahaman masyarakat meningkat, tetapi akses dan pemanfaatan produk syariah masih terbatas.
Padahal, potensi ekonomi syariah—khususnya wakaf uang—terbilang besar. Badan Wakaf Indonesia memperkirakan potensi wakaf uang nasional mencapai Rp181 triliun per tahun. Sayangnya, realisasi penghimpunan saat ini baru sekitar Rp3,5 triliun atau kurang dari 2% dari total potensi tersebut.
Melihat tantangan tersebut, PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia menghadirkan GEN Syariah Perlindungan Aman—produk asuransi jiwa berbasis syariah. Produk ini menawarkan santunan asuransi yang dapat meningkat hingga 250%, dengan kenaikan berkala setiap lima tahun selama masa perlindungan. Skema ini dirancang untuk membantu keluarga mengantisipasi dampak inflasi terhadap kebutuhan jangka panjang.
Selain itu, tersedia manfaat tambahan sebesar 110% jika peserta meninggal dunia saat menjalankan ibadah haji atau umrah. Produk ini juga dilengkapi fitur wakaf, sehingga nasabah dapat menyalurkan sebagian manfaat melalui lembaga nazir resmi. Untuk pengelolaan wakaf, Generali Indonesia bekerja sama dengan Dompet Dhuafa.
GEN Syariah Perlindungan Aman juga dapat ditambahkan asuransi kesehatan yang mencakup penggantian biaya rawat inap, rawat jalan, dan layanan medis lainnya.
Baca juga: Kenapa Asuransi Penyakit Kritis Penting di Usia Produktif?
Rebecca Tan, President Director and CEO, Generali Indonesia mengatakan di saat potensi semakin tingginya biaya hidup, masyarakat membutuhkan perlindungan yang fleksibel dan adaptif untuk menjawab tantangan ini.
“Generali Indonesia menghadirkan GEN Syariah Perlindungan Aman untuk memastikan setiap keluarga Indonesia memiliki perlindungan yang kuat secara finansial dan selaras dengan prinsip syariah. Kami ingin setiap keluarga memiliki peace of mind dalam menjalani kehidupan, ibadah, sekaligus bisa berbagi untuk kebermanfaatan bagi banyak orang. Melalui langkah baru ini, kami menegaskan komitmen untuk terus berinovasi dan mewujudkan visi Empowering Lives and Dreams bagi seluruh masyarakat Indonesia,” tuturnya saat peluncuran 3 Maret 2026 di Jakarta.
Produk ini dipasarkan melalui ribuan tenaga pemasar berlisensi syariah dari Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI). Proses konsultasi hingga pembayaran kontribusi pertama dapat dilakukan secara digital melalui aplikasi iPropose, sehingga lebih praktis, aman, dan terverifikasi.
Ke depan, Generali menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan inovasi perlindungan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat modern, sembari memperkuat posisinya sebagai mitra jangka panjang bagi keluarga Indonesia.
