IWAPI Satukan 11 Komunitas Perempuan Tebar Cahaya Ramadhan
Jakarta, 11 Maret 2026 — Momentum bulan suci Ramadhan dan peringatan Hari Perempuan Internasional (International Women’s Day/IWD) 2026 dimaknai secara lebih konkret oleh DPP Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI). Bersama jejaring lintas organisasi dan komunitas perempuan, IWAPI menggelar kegiatan bertajuk “Kolaborasi Perempuan, Cahaya Ramadhan.”
Kegiatan yang berlangsung pada Senin, 9 Maret 2026 di Jakarta ini memadukan agenda santunan sosial, silaturahmi, dan buka puasa bersama. Inisiatif tersebut menegaskan bahwa peringatan Hari Perempuan tidak sekadar bersifat seremonial, tetapi juga diwujudkan melalui aksi nyata yang berdampak bagi masyarakat. Langkah ini selaras dengan tema IWD 2026, “Rights. Justice. Action. for ALL Women and Girls.”
Baca juga: IWAPI di Usia 51 Tahun: Perempuan Pengusaha Harus Go Digital atau Tertinggal
Ketua Umum DPP IWAPI, Nita Yudi, mengatakan bahwa Ramadhan menjadi momentum penting untuk memperkuat nilai solidaritas dan kepedulian sosial.
“Ramadhan mengajarkan berbagi dan merawat martabat sesama. Dalam rangkaian IWD 2026, kami ingin memastikan semangat itu hadir sebagai tindakan nyata—kolaborasi perempuan yang memberi manfaat langsung bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa IWAPI terus mendorong agenda perlindungan bagi kelompok perempuan marjinal. Salah satunya melalui dukungan terhadap percepatan pengesahan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (RUU PPRT).
Acara ini melibatkan kolaborasi 11 organisasi dan komunitas perempuan, yaitu IWAPI, Srikandi PDDI, Perempuan Laju Perkasa, Komunitas Kebaya Jakarta, Melati Putri Pertiwi (MPP), AMIRA, Social Club, Wanita Indonesia Tanpa Tembakau (WITT), Sahabat Kartini Love, Jakarta With Love, serta Koalisi Sipil UU PPRT.
Melalui kerja sama lintas komunitas ini, IWAPI berharap tercipta model kolaborasi yang dapat terus berkembang setelah Ramadan. Program lanjutan diharapkan mencakup penguatan jejaring, mentoring, serta inisiatif pemberdayaan perempuan yang lebih terstruktur.
Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 500 peserta dari berbagai organisasi dan komunitas perempuan. Dalam kesempatan yang sama, panitia juga menyalurkan santunan kepada 3.000 penerima manfaat.
Ketua Panitia, Vivi Susanti, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memberikan dampak sosial yang nyata sekaligus mempererat solidaritas di antara komunitas perempuan.
“Kami ingin kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat serta memperkuat kolaborasi perempuan dalam berbagai program sosial dan pemberdayaan,” ujarnya.
