TransTRACK Pamerkan Inovasi Digital Maritim di Panggung Global
Singapura, 30 Maret 2026 — TransTRACK semakin agresif memperluas jejak global dengan membawa solusi digitalisasi maritim ke ajang Asia Pacific Maritime Singapore 2026. Partisipasi ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat posisi sebagai pemain teknologi maritim asal Indonesia di kancah internasional.
Di tengah tekanan efisiensi akibat kenaikan harga bahan bakar serta tuntutan transparansi dan kepatuhan regulasi, TransTRACK menghadirkan solusi monitoring maritim terintegrasi berbasis Internet of Things (IoT) dan Artificial Intelligence (AI). Teknologi ini dirancang untuk menjawab tantangan utama industri, mulai dari keterbatasan visibilitas real-time hingga potensi ketidaksesuaian data operasional.
Founder & CEO TransTRACK, Anggia Meisesari, menegaskan pentingnya momentum ini bagi ekspansi global perusahaan.
Baca juga: Lintasarta Beri Bantuan Digital dan Logistik di Sumatera
“APM menjadi platform yang sangat penting bagi kami untuk menunjukkan kapabilitas teknologi TransTRACK kepada audiens internasional. Ini juga menjadi momentum untuk memperkuat eksistensi sekaligus membangun kepercayaan terhadap solusi yang kami kembangkan,” ujarnya.
Dalam pameran ini, TransTRACK menampilkan ekosistem digital terpadu yang mencakup pemantauan kapal secara real-time, sistem monitoring distribusi bahan bakar yang transparan, hingga pengawasan pelabuhan berbasis integrasi AIS dan CCTV.
Seluruh data operasional dapat diakses melalui satu dashboard terintegrasi, memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih cepat dan akurat.
Co-founder & CTO TransTRACK, Aris Pujud Kurniawan, menjelaskan bahwa integrasi data menjadi kunci efisiensi operasional.
Baca juga: 5 Cara Digitalisasi Bikin Bisnis Lebih Efisien, Belajar dari Kisah Sukses Mau Laundry
“Ketika terjadi lonjakan konsumsi bahan bakar, sistem kami dapat langsung mengaitkannya dengan faktor operasional seperti mesin atau rute pelayaran, sekaligus memberikan alert real-time agar tindakan korektif bisa segera dilakukan,” jelasnya.
Kehadiran TransTRACK juga mendapat perhatian dari berbagai pemangku kepentingan, termasuk perwakilan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Singapura, yang menunjukkan dukungan terhadap inovasi teknologi karya anak bangsa di tingkat global.
Melalui solusi ini, TransTRACK tidak hanya mendorong efisiensi biaya dan operasional, tetapi juga mendukung pengurangan emisi serta penerapan green technology di sektor maritim. Ke depan, digitalisasi diyakini akan menjadi fondasi utama dalam menciptakan industri maritim yang lebih transparan, efisien, dan berkelanjutan.
