Pendapatan Bluebird Tembus Rp5,7 Triliun, Tahun 2026 akan Makin Ekspansif
Jakarta, 1 Maret 2026 – PT Blue Bird Tbk menunjukkan ketahanan sekaligus akselerasi bisnis di tengah dinamika industri mobilitas. Sepanjang tahun buku 2025, emiten berkode BIRD ini mencatatkan pendapatan sebesar Rp5,7 triliun, tumbuh 13,2% secara tahunan (YoY).
Kinerja tersebut menjadi yang tertinggi sejak era disrupsi teknologi, didorong oleh performa solid di seluruh lini bisnis—baik taksi maupun non-taksi—yang berkontribusi kolektif terhadap pertumbuhan.
Dari sisi profitabilitas, Bluebird membukukan EBITDA sebesar Rp1,34 triliun serta laba bersih Rp643,4 miliar, yang juga meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian ini menegaskan kemampuan perusahaan tidak hanya bertahan, tetapi juga melampaui performa sebelum era ride-hailing, dengan kualitas layanan sebagai fondasi utama.
Direktur Utama Bluebird, Andre Djokosoetono, menegaskan bahwa capaian ini merupakan hasil konsistensi strategi jangka panjang.
“Pencapaian ini mencerminkan konsistensi kinerja di tengah investasi berkelanjutan untuk peremajaan armada, peningkatan kesiapan layanan, serta pengembangan kapabilitas digital. Saat ini, kami secara kontinyu melakukan akselerasi untuk memperkuat posisi sebagai perusahaan Mobility-as-a-Service yang menghadirkan solusi mobilitas multimoda.”
Sepanjang 2025, Bluebird menambah sekitar 1.800 armada baru sehingga total armada melampaui 26.000 unit, termasuk kendaraan listrik. Perusahaan juga memperluas jaringan operasional dengan 58 pool dan lebih dari 1.300 titik pangkalan di berbagai kota.
Transformasi digital menjadi pendorong penting. Aplikasi MyBluebird mencatat pertumbuhan pengguna lebih dari 30%, dengan kontribusi transaksi mencapai sekitar 40%. Fitur Fixed Price bahkan tumbuh hingga dua kali lipat, mencerminkan meningkatnya preferensi pelanggan terhadap kepastian tarif.
Di sisi keberlanjutan, Bluebird terus memperkuat komitmen ESG melalui penambahan armada listrik di berbagai kota besar serta program sosial yang telah menjangkau lebih dari 70.000 penerima manfaat, mulai dari beasiswa hingga pemberdayaan keluarga pengemudi.
Memasuki 2026, Bluebird mengusung strategi “Gerak Cepat, Layan Tepat, Tumbuh Pesat” untuk merespons perubahan kebutuhan pasar. Fokus diarahkan pada ekspansi adaptif di kota-kota strategis dan pengembangan layanan yang lebih fleksibel tanpa terjebak pada kompetisi harga.
“Ke depan, kami akan terus mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan melalui fokus pada kualitas layanan, relevansi solusi, serta eksekusi yang tetap presisi. Dengan strategi yang disiplin dan adaptif, kami optimis terus hadir sebagai pilihan utama dalam memenuhi berbagai kebutuhan mobilitas masyarakat,” tutup Andre.
