WFH Jumat Jadi Kebiasaan Baru, Ini Cara Menata Rumah agar Tetap Produktif
Jakarta, 1 April 2026 – Kebijakan pemerintah yang menetapkan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) setiap hari Jumat mulai membentuk ritme kerja baru. Di tengah pola kerja fleksibel ini, rumah tak lagi sekadar tempat beristirahat, tetapi juga menjadi ruang produktif yang perlu ditata dengan cermat.
IKEA Indonesia melihat fenomena ini sebagai momentum bagi masyarakat untuk lebih adaptif dalam mengelola ruang di rumah. Pasalnya, tantangan WFH kini bukan sekadar soal ruang, tetapi juga bagaimana menjaga fokus di tengah dinamika aktivitas domestik.
Interior Design Manager IKEA Indonesia, Melina Ardianti Hadiatmodjo, menilai bahwa pola WFH saat ini sudah jauh berbeda dibanding masa pandemi.
Baca juga: Altea BLVD Raih Best Greenship Performance Neighborhood di Greenship Awards 2025
“Dulu WFH muncul karena keharusan, jadi apa pun bisa dijadikan ruang kerja dadakan. Sekarang WFH lebih seperti bonus yang datang sekali-sekali, sehingga perlu menyesuaikan ritme rumah, bukan memaksa rumah mengikuti pola kantor,” ujarnya.
Menurut Melina, banyak keluarga sebenarnya sudah menemukan “spot” kerja masing-masing di rumah—mulai dari meja belajar anak hingga sudut dekat jendela. Namun, ada hal mendasar yang sering terlewat, yakni kenyamanan jangka panjang.
“Yang sering terlupa adalah kenyamanan jangka panjang. Hindari bekerja di tempat tidur karena tubuh akan mudah merasa mengantuk, pastikan posisi duduk ditopang dengan baik, dan tambahkan penopang sederhana seperti cushion atau meja lipat bila diperlukan,” jelasnya.
Ia juga menyoroti peran adaptasi dalam rumah tangga, terutama bagi perempuan. “Para Ibu khususnya cenderung lebih cepat beradaptasi. Mereka bisa membedakan kapan ruang dipakai bekerja dan kapan dipakai untuk kegiatan lain. Yang dibutuhkan hanya pengingat kecil, yaitu cek dulu apakah kursi dan meja di rumah cukup mendukung aktivitas kerja,” tambahnya.
Seiring kebijakan WFH Jumat, kebutuhan akan ruang kerja yang fleksibel semakin relevan. Mulai dari menentukan sudut kerja yang nyaman, menciptakan pembatas sederhana antara area kerja dan santai, hingga memastikan pencahayaan dan posisi duduk yang tepat menjadi kunci menjaga produktivitas.
Baca juga: Satu dari Empat Dewasa Indonesia Alami Obesitas, Usia Produktif Paling Rentan
Di sisi lain, rutinitas kecil juga berperan penting dalam menjaga keseimbangan antara kerja dan kehidupan pribadi. Hal sederhana seperti merapikan meja sebelum mulai bekerja atau mematikan lampu kerja setelah selesai bisa membantu tubuh dan pikiran beralih dari “mode kerja” ke “mode rumah”.
Public Relations Manager IKEA Indonesia, Ririn Basuki, menegaskan pentingnya solusi yang relevan dengan kondisi setiap rumah.
“Kami memahami bahwa setiap rumah punya tantangannya sendiri. Karena itu, kami ingin membantu masyarakat menemukan solusi yang sesuai dengan kebutuhan, agar kegiatan bekerja dari rumah bisa lebih nyaman dan seimbang,” ujarnya.
Dengan penataan yang tepat, rumah kini berevolusi menjadi ruang multifungsi—bukan hanya tempat pulang, tetapi juga tempat bertumbuh dan tetap produktif, bahkan di tengah kebijakan kerja fleksibel seperti WFH setiap Jumat.
