Laba Tembus Rp711 Miliar, Asuransi Tugu Jaga Momentum di Tengah Transisi PSAK 117

Jakarta, 4 April 2026 — Di tengah dinamika industri asuransi dan penerapan standar baru PSAK 117, PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (Tugu Insurance/TUGU) tetap mencatatkan kinerja solid sepanjang 2025.

Secara konsolidasian, perseroan membukukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp711,06 miliar, melonjak dari Rp401,57 miliar pada tahun sebelumnya (restated). Kinerja ini mencerminkan kemampuan TUGU menjaga fundamental bisnis di tengah perubahan standar pelaporan keuangan.

Baca juga: Kesalahan Epik Masyarakat Indonesia dalam Menyiapkan Bekal Pensiun

Sejalan dengan implementasi PSAK 117, perseroan melakukan penyesuaian penyajian laporan keuangan, termasuk restatement tahun sebelumnya untuk memastikan konsistensi dan keterbandingan kinerja. Perubahan ini terutama berdampak pada pengakuan pendapatan dan beban kontrak asuransi.

Dari sisi operasional, pendapatan jasa asuransi tercatat Rp9,11 triliun atau tumbuh 22,12% secara tahunan. Sementara itu, hasil jasa asuransi melonjak 39,10% menjadi Rp1,02 triliun, ditopang optimalisasi portofolio di lini fire & property, offshore, dan aviation.

Kinerja investasi juga tetap terjaga dengan hasil sebesar Rp717,36 miliar, mencerminkan strategi pengelolaan portofolio yang prudent. Di sisi lain, pendapatan usaha lainnya mencapai Rp542,52 miliar, didorong kontribusi entitas anak yang memperkuat diversifikasi bisnis.

Presiden Direktur Tugu Insurance, Adi Pramana, menegaskan bahwa perseroan terus menjaga keseimbangan antara ekspansi dan mitigasi risiko.

“Perseroan terus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan pengelolaan risiko melalui penguatan portofolio serta disiplin dalam underwriting,” ujarnya.

Baca juga: Andalkan 80% Tenaga Pemasar Muda, Allianz Indonesia Optimistis Pacu Pertumbuhan di 2026

Dari sisi fundamental, total aset TUGU tercatat Rp27,71 triliun dengan ekuitas Rp10,17 triliun. Risk Based Capital (RBC) berada di level 410,9%, jauh di atas ketentuan minimum regulator sebesar 120%, menegaskan posisi permodalan yang kuat.

Direktur Keuangan & Layanan Korporat, Fitri Azwar, menambahkan bahwa implementasi PSAK 117 merupakan bagian dari komitmen meningkatkan kualitas pelaporan keuangan.

“Perseroan memastikan bahwa kinerja yang dicapai didukung oleh fundamental yang sehat, pengelolaan risiko yang terukur, serta struktur permodalan yang tetap kuat,” katanya.

Ke depan, Tugu Insurance akan terus memperkuat fundamental bisnis dengan strategi pertumbuhan yang adaptif dan prudent, guna menjaga kinerja berkelanjutan di tengah tantangan industri.