Lem Rajawali ‘Naik Level’: Transformasi Brand Dorong Industri Kreatif dan Manufaktur
Surabaya, April 2026 – Industri perekat nasional memasuki fase baru. Lem Rajawali, pemain utama dengan pengalaman lebih dari empat dekade, resmi melakukan transformasi brand secara nasional melalui strategi bertajuk “Next Level”. Langkah ini menjadi respons atas persaingan industri yang semakin ketat sekaligus kebutuhan solusi perekat yang lebih modern lintas sektor.
Transformasi yang dilakukan tidak hanya sebatas perubahan visual. Logo baru dengan wajah burung rajawali menghadap ke kanan menjadi simbol arah baru perusahaan yang lebih progresif, adaptif, dan berorientasi pada kualitas.
Managing Director PT Mikatasa Agung, Martin Hendriadi, Pemilik brand Lem Rajawali menegaskan, bahwa transformasi ini mencerminkan semangat baru perusahaan dalam menghadapi masa depan industri.
“Dengan transformasi ini, kita ingin bersama-sama maju, menyongsong masa depan dengan wajah baru, semangat baru, dan tetap nomor satu,” ujarnya.
Di tengah ketidakpastian global, Lem Rajawali melihat perekat sebagai komponen penting dalam rantai nilai industri, mulai dari sektor kreatif hingga pembangunan infrastruktur. Untuk itu, perusahaan memperkuat lini produk inovatif dengan dukungan riset dan pengembangan (R&D) guna memenuhi standar teknis global dan kebutuhan pasar domestik.
Transformasi ini juga menjadi sinyal positif bagi penguatan daya saing industri nasional. Dengan modernisasi proses produksi dan tata kelola yang lebih optimal, Lem Rajawali berupaya menghadirkan nilai tambah bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Secara kinerja, perusahaan mencatat pertumbuhan penjualan sebesar 35% sepanjang 2025, dan menargetkan kenaikan hingga 50% pada semester pertama 2026. Ekspansi pasar juga menjadi fokus utama, dengan penetrasi ke luar Pulau Jawa, khususnya Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua, serta membuka peluang pasar ekspor.
Untuk mendukung strategi tersebut, perusahaan meningkatkan alokasi investasi hingga 60% yang difokuskan pada pengembangan produk dan penguatan pasar pasca transformasi.
Dengan langkah ini, Lem Rajawali menegaskan bahwa kepemimpinan pasar tidak hanya soal bertahan, tetapi juga keberanian untuk bertransformasi demi tetap relevan dan menjadi pilar penting dalam kemajuan industri nasional.
