Dampak Perang Iran Konsumen Malaysia Siap Kurangi Belanja dan Perjalanan

Kuala Lumpur, April 2026 — Ketegangan geopolitik global mulai terasa hingga ke level konsumen. Riset terbaru dari GrowthOps menunjukkan masyarakat Malaysia kian waspada terhadap potensi lonjakan biaya hidup, seiring konflik yang melibatkan Iran.

Dalam studi yang melibatkan 250 responden pada Maret 2026, sebanyak 93,6% mengaku mengikuti perkembangan konflik tersebut. Lebih dari separuh (56,8%) memperkirakan harga bahan bakar akan naik jika konflik berlanjut, sementara 35,6% menilai harga masih bisa ditahan—meski dengan konsekuensi beban subsidi pemerintah yang meningkat.

Namun, yang paling mencolok bukan sekadar kekhawatiran soal harga BBM. Konsumen mulai melihat dampak yang lebih luas terhadap kehidupan sehari-hari, mulai dari biaya transportasi, harga bahan pangan, hingga pengeluaran rumah tangga.

Respons terbuka dalam riset menunjukkan adanya pemahaman yang semakin matang. Kenaikan harga minyak dipersepsikan sebagai pemicu efek domino terhadap inflasi. “Bukan hanya soal bensin, tapi semua biaya hidup bisa ikut naik,” menjadi benang merah dari kekhawatiran responden.

Menghadapi potensi tekanan tersebut, mayoritas konsumen mengaku siap menekan pengeluaran. Hanya 8,8% yang menyatakan tidak akan mengubah pola konsumsi atau mobilitas mereka. Sisanya berencana mengurangi belanja non-esensial hingga membatasi aktivitas perjalanan.

Sebanyak 46% responden bahkan menyebut akan mengurangi frekuensi berkendara sebagai langkah antisipasi. Ini menandakan perubahan perilaku yang semakin defensif dan berbasis nilai (value-conscious).

General Manager GrowthOps Malaysia, Chris Greenough, menilai konsumen saat ini tidak lagi menunggu kepastian ekonomi.

“Yang kami lihat adalah konsumen yang sudah bersiap secara mental. Ini bukan lagi sekadar isu harga bahan bakar, tetapi bagaimana ketidakpastian global bisa langsung memengaruhi kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Temuan ini menjadi sinyal penting bagi pelaku bisnis. Di tengah ketidakpastian global, konsumen cenderung lebih selektif, rasional, dan siap melakukan trade-off dalam pengeluaran mereka.