Industri Laboratorium RI Tumbuh Pesat, Lab Indonesia 2026 Jadi Ajang Inovasi Global
Tangerang, 7 April 2026 — Industri laboratorium di Indonesia menunjukkan pertumbuhan signifikan seiring meningkatnya kebutuhan riset, pengujian, dan pengendalian mutu di berbagai sektor. Momentum ini akan semakin diperkuat melalui gelaran Lab Indonesia 2026 yang menghadirkan inovasi dan kolaborasi global.
Pameran dua tahunan tersebut akan berlangsung pada 15–17 April 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, dengan mengusung tema “Shaping the Future of Indonesia’s Laboratory Industry: Innovation, Standards, and Global Competitiveness.”
Saat ini, Indonesia memiliki lebih dari 10.500 laboratorium kesehatan masyarakat, dengan nilai pasar laboratorium klinis yang diproyeksikan mencapai lebih dari USD 3,1 miliar pada 2027. Pertumbuhan ini sejalan dengan meningkatnya kebutuhan industri terhadap teknologi laboratorium yang presisi dan sesuai standar global.
Baca juga: Di Tengah Gejolak Timur Tengah, Pupuk Indonesia Berpeluang untuk Ekspor
Deputy Event Director PT Pamerindo Indonesia, Kristi Wulandari, menyebut Lab Indonesia 2026 akan hadir dengan skala yang lebih besar dan partisipasi global yang semakin kuat.
“Besarnya partisipasi perusahaan internasional menunjukkan bahwa Indonesia semakin dipandang sebagai pasar penting bagi industri teknologi laboratorium. Kami berharap Lab Indonesia menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan inovasi global dengan kebutuhan industri dan riset di Indonesia,” ujarnya.
Pada edisi ke-8 ini, Lab Indonesia akan menghadirkan lebih dari 300 perusahaan exhibitor dan menargetkan sekitar 15.000 pengunjung profesional. Empat paviliun internasional dari China, Jerman, Korea, dan Malaysia juga dipastikan ikut serta, bersama perusahaan dari 16 negara.
Selain sebagai ajang pameran, Lab Indonesia juga berfungsi sebagai platform bisnis strategis. Pada penyelenggaraan sebelumnya, program business matching berhasil mempertemukan lebih dari 150 pembeli dengan peserta pameran dan menghasilkan lebih dari 720 pertemuan bisnis.
Managing Director PT Wiralab Analitika Solusindo, Saptogiri, menegaskan pentingnya peran teknologi dan standar dalam mendorong kemajuan laboratorium nasional.
“Kami meyakini masa depan laboratorium Indonesia ditentukan oleh kemampuan menghasilkan data yang akurat dan sesuai standar, sekaligus mengadopsi teknologi analitik mutakhir,” ujarnya.
Berbagai sektor teknologi akan ditampilkan, mulai dari laboratory instruments, scientific equipment, hingga solusi bioteknologi, pengujian lingkungan, dan farmasi. Hal ini mencerminkan semakin luasnya kebutuhan industri terhadap sistem analisis laboratorium yang efisien dan berstandar internasional.
Baca juga: Belanja Kesehatan Berpotensi Tembus Rp1.400 Triliun, Peluang bagi KEK ETKI Banten
Lab Indonesia 2026 juga akan menghadirkan forum diskusi seperti LabForum dan LabTalk yang mempertemukan regulator, akademisi, dan pelaku industri untuk membahas tren, inovasi, serta arah pengembangan laboratorium nasional.
Perwakilan Badan Standardisasi Nasional (BSN) menilai ajang ini tidak hanya menjadi tempat transaksi bisnis, tetapi juga wadah pertukaran pengetahuan dan penguatan ekosistem laboratorium.
