Dataiku Tunjuk Andrew Boyd sebagai Senior Vice President dan General Manager
Jakarta– 8 April 2026 – Hari ini, Dataiku, Platform for AI Success, resmi menunjuk Andrew Boyd sebagai Senior Vice President dan General Manager untuk wilayah Asia Pasifik dan Jepang (APJ).
Dalam peran ini, Boyd akan memimpin strategi go-to-market dan operasional regional Dataiku, mendorong pertumbuhan di pasar-pasar utama termasuk ASEAN, Korea Selatan, Jepang, Australia, dan Selandia Baru.
Baca juga: VIDA Hadirkan Teknologi Autentikasi Wajah Berbasis AI untuk Cegah Penipuan Digital
Ia akan berfokus pada perluasan penerapan di kalangan perusahaan, memperkuat kemitraan strategis, serta membantu organisasi mengoperasionalkan AI secara terkelola dan skalabel sehingga mampu menghasilkan dampak bisnis yang terukur.
“Wilayah APJ kini bergerak dari sekadar ambisi AI menuju akuntabilitas AI, dan tantangan saat ini adalah bagaimana mengembangkan AI secara terkelola serta terhubung langsung dengan hasil bisnis nyata,” jelas Phil Coady, Chief Revenue Officer, Dataiku.
Dia menambahkan, “Andrew memiliki rekam jejak yang kuat dalam membangun bisnis dengan kinerja tinggi di pasar yang kompleks, dan kepemimpinannya akan menjadi kunci dalam membantu pelanggan menjadikan AI sebagai bagian inti operasional mereka.”
Boyd membawa lebih dari 20 tahun pengalaman dalam memimpin bisnis teknologi tingkat perusahaan di kawasan APJ. Sepanjang kariernya, ia mendorong transformasi go-to-market, memperluas operasi regional, serta membangun hubungan yang kuat dengan pelanggan enterprise, mitra, dan organisasi pemerintah.
Baca juga: Tren IT 2026 yang akan Pengaruhi Dunia Bisnis
Pengalamannya dalam menavigasi pasar yang beragam dan sangat teregulasi menempatkannya pada posisi yang tepat untuk mendukung organisasi dalam mengembangkan AI secara bertanggung jawab dan efektif.
“Sepanjang karier saya dalam membantu organisasi mengembangkan teknologi di kawasan APJ, saya melihat bahwa keberhasilan di wilayah ini membutuhkan lebih dari sekadar inovasi—tetapi juga tata kelola yang kuat, keahlian lokal, serta keterkaitan yang jelas dengan hasil bisnis,” ujar Boyd.
“Seiring percepatan penerapan AI, organisasi menghadapi tekanan untuk melampaui tahap eksperimen dan benar-benar menghadirkan nilai nyata. Dataiku berada pada posisi yang unik untuk mendukung pergeseran ini, dengan memberikan kontrol, fleksibilitas, dan kepercayaan yang dibutuhkan perusahaan untuk mengoperasionalkan AI dalam skala besar,” tutup Boyd.
