Saat Sarjana Sulit Cari Kerja, J&T Express Tantang Mahasiswa Jadi Pengusaha
Jakarta, 28 April 2026 — Isu lulusan sarjana yang kesulitan mendapatkan pekerjaan, hingga wacana evaluasi sejumlah program studi karena dinilai tidak link and match dengan kebutuhan industri, kembali mengemuka akhir-akhir ini.
Di tengah munculnya isu tersebut, J&T Express meluncurkan J&T Connect Preneur Goes to Campus. Program yang mencoba menjembatani kesenjangan antara pembelajaran di kampus dan praktik bisnis di lapangan.
Program ini tidak hanya menghadirkan sesi edukasi, tetapi juga membuka akses ke mentoring dan pendanaan—sebuah pendekatan yang semakin relevan ketika dunia kerja menuntut kesiapan yang lebih dari sekadar gelar akademik.
Baca juga: Rekrutmen 2026: Saat Pasar Kerja Tak Lagi Sekadar Mencari Gelar, tapi Kecakapan
Herline Septia, Brand Manager J&T Express, menyebut program ini dirancang sebagai ekosistem yang memberi akses nyata bagi mahasiswa.
“Melalui dua sub program utama, yaitu Campus Talk Show dan kompetisi inkubasi J&T Super Seller, kami menghadirkan dukungan yang komprehensif, mulai dari insight, mentoring, hingga permodalan langsung, agar mahasiswa dapat mengembangkan bisnisnya secara lebih unggul dan berdaya saing,” ujarnya.
Rangkaian Campus Talk Show akan digelar di lima kampus, menghadirkan pelaku industri yang memahami dinamika bisnis. Salah satunya Rizky Arief, CEO HMNS.
Dalam sesi jumpa pers Rizky menegaskan, mahasiswa mesti memiliki kesadaran bahwa pilihan setelah lulus kuliah tidak hanya menjadi pekerja profesional, tapi juga menjadi pengusaha. “Mahasiswa yang berbisnis bukan karena kepepet tapi memiliki skill yang fundamental,” tuturnya.
Rizky menambahkan, salah satu skill yang harus dimiliki calon pengusaha yakni problem solver (pemecah masalah). “Jadi pengusaha tidak harus di bidang yang sesuai dengan jurusan, background saya teknik geologi,” tandasnya.
Dalam kesempatan tersebut Rizky juga menekankan pentingnya pengalaman langsung dalam membangun bisnis. Menurut Rizky inisiatif seperti J&T Connect Preneur Goes to Campus sangat relevan, karena tidak hanya memberikan pembelajaran, tetapi juga membuka ruang bagi generasi muda untuk mendapatkan pengalaman langsung dalam membangun bisnis.
“Di tengah lanskap industri yang semakin kompetitif, pembekalan seperti ini menjadi penting agar wirausahawan muda tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan,” tandasnya.
Inkubasi untuk Mengasah Skill Kewirausahaan
Melalui J&T Super Seller, mahasiswa yang telah menjalankan usaha minimal enam bulan akan mengikuti program inkubasi dengan dukungan modal awal Rp20 juta untuk 10 peserta terpilih.
Pada tahap grand final, peserta berkesempatan memperebutkan total hadiah Rp 225 juta, dengan rincian Rp100 juta untuk juara pertama, Rp75 juta untuk juara kedua, dan Rp50 juta untuk juara ketiga sebagai dukungan lanjutan bagi pengembangan usaha.
Baca juga: Total Kredit Hampir Rp1.000 Triliun, Penyaluran BCA Kian Dalam ke Sektor Produktif
Selama proses inkubasi, peserta mendapatkan mentoring terstruktur mulai dari strategi bisnis, pengelolaan finansial, brand storytelling, hingga optimalisasi logistik—kompetensi yang sering kali belum sepenuhnya terakomodasi dalam kurikulum formal.
Herline menambahkan, melalui program J&T Connect Preneur Goes to Campus pihaknya ingin mendorong mahasiswa tidak hanya untuk memulai, tetapi juga mengembangkan bisnisnya secara berkelanjutan.
“Melalui kapabilitas logistik yang kami miliki, J&T Express berperan lebih dari sekadar layanan pengiriman, yaitu sebagai enabler bisnis yang mendukung pertumbuhan wirausahawan muda di Indonesia.”
Program yang ditargetkan menjangkau 1500 mahasiswa ini mendapat dukungan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Republik Indonesia.
Berikut adalah jadwal pelaksanaan Campus Talk Show J&T Connect Preneur Goes to Campus:
- Universitas Pendidikan Indonesia : 7 Mei 2026
- Universitas Sumatera Utara : 21 Mei 2026
- IPB University : 26 Mei 2026
- Universitas Brawijaya : 4 Juni 2026
- Universitas Pertamina : 9 Juni 2026
