Tips Memilih Asuransi Kendaraan di Era Mobil Konvensional dan Listrik
Jakarta, 29 April 2026 – Lanskap kendaraan di Indonesia semakin beragam, dari mobil berbahan bakar bensin hingga kendaraan listrik. Perbedaan karakteristik, biaya perawatan, hingga potensi risiko membuat kebutuhan perlindungan kendaraan ikut berevolusi. Dalam situasi ini, pemilik kendaraan dituntut lebih cermat memilih asuransi yang benar-benar relevan dengan kebutuhan.
Suhandi Sumantri, Associate Director of Sales PT Sompo Insurance Indonesia, menjelaskan bahwa pemahaman dasar mengenai jenis perlindungan menjadi langkah awal yang krusial sebelum mengambil keputusan.
“Pemilik kendaraan perlu memahami karakteristik perlindungan yang tersedia agar dapat menyesuaikannya dengan profil risiko, intensitas penggunaan, serta kondisi finansial masing-masing,” ujar Suhandi.
Baca juga: Riset Ungkap Adopsi Mobil Listrik RI Masih Terbatas, Early Adopter Dominasi Pasar
Kenali Skema Perlindungan Dasar
Secara umum, terdapat dua jenis asuransi kendaraan. Pertama, Total Loss Only (TLO) yang memberikan perlindungan jika kerusakan mencapai minimal 75% dari nilai kendaraan atau akibat pencurian. Kedua, asuransi komprehensif (all risk) yang mencakup kerusakan sebagian maupun total, termasuk akibat kecelakaan, kebakaran, hingga pencurian.
Skema komprehensif menawarkan cakupan yang lebih luas, namun dengan premi yang lebih tinggi dibandingkan TLO. Karena itu, pemilihannya perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan tingkat risiko kendaraan.
Sesuaikan dengan Jenis Kendaraan
Setiap jenis kendaraan memiliki profil risiko berbeda. Pada kendaraan konvensional, risiko utama terletak pada mesin dan sasis. Sementara pada kendaraan listrik, komponen krusial berada pada baterai.
“Penting memastikan polis asuransi benar-benar mencakup risiko utama dari jenis kendaraan yang dimiliki, termasuk komponen spesifik seperti baterai pada mobil listrik,” jelas Suhandi.
Pertimbangkan Manfaat Tambahan
Selain perlindungan utama, pemilik kendaraan juga dapat menambahkan manfaat (rider) seperti perlindungan banjir, huru-hara, terorisme, gempa bumi, hingga tanggung jawab hukum pihak ketiga.
Langkah ini menjadi penting terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah dengan risiko tertentu, seperti daerah rawan banjir.
Bandingkan Premi dan Manfaat
Harga premi sering menjadi pertimbangan utama, namun bukan satu-satunya faktor. Pemilik kendaraan perlu membandingkan manfaat yang ditawarkan, termasuk batas pertanggungan, jaringan bengkel rekanan, hingga kemudahan proses klaim.
Premi yang sedikit lebih tinggi bisa sepadan dengan perlindungan yang lebih komprehensif dan layanan yang lebih baik.
Pahami Isi Polis Secara Menyeluruh
Kesalahan umum yang kerap terjadi adalah tidak membaca polis secara detail. Padahal, dokumen ini memuat informasi penting terkait pengecualian, prosedur klaim, serta hak dan kewajiban pemegang polis.
Memahami isi polis sejak awal dapat menghindarkan nasabah dari kendala saat proses klaim di kemudian hari.
Pastikan Proses Klaim Transparan
Proses klaim merupakan indikator penting kualitas layanan asuransi. Perusahaan akan memproses klaim berdasarkan polis yang telah disepakati, melalui tahapan analisis kerusakan hingga persetujuan perbaikan di bengkel rekanan.
“Nasabah perlu memastikan proses klaim jelas, transparan, dan didukung jaringan bengkel yang memadai agar penanganan kendaraan dapat dilakukan dengan cepat,” tambah Suhandi.
Baca juga: Mengenal Lebih dalam Asuransi Umum Syariah
Pilih Perusahaan Asuransi Terpercaya
Reputasi perusahaan menjadi faktor penentu terakhir. Layanan pelanggan yang responsif, transparansi proses klaim, serta ulasan dari pengguna lain dapat menjadi referensi sebelum memilih asuransi kendaraan.
