OCBC Cetak Laba Bersih Rp1,36 Triliun pada Kuartal I 2026
Jakarta, 29 April 2026 – PT Bank OCBC NISP Tbk (“OCBC”) mencatatkan kinerja keuangan yang resilien pada kuartal I 2026. Per 31 Maret 2026, OCBC membukukan laba bersih sebesar Rp1,36 triliun, tumbuh 5% secara tahunan (YoY). Pertumbuhan ini didukung oleh pertumbuhan pendapatan operasional sebesar 6% YoY. Total aset OCBC juga meningkat 7% YoY menjadi Rp312,9 triliun.
Penyaluran kredit OCBC tumbuh menjadi Rp171,0 triliun dengan kualitas aset yang tetap terjaga. Kredit Bermasalah Bruto (NPL gross) terjaga di level 2,1% dan Loan at Risk (LaR) membaik ke 5,3% dibandingkan 5,4% pada tahun sebelumnya dengan pencadangan NPL yang memadai sebesar 221,8%.
Pada sisi pendanaan, jumlah Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp226,4 triliun, tumbuh 4% YoY, yang didukung oleh pertumbuhan rasio Giro dan Tabungan (CASA) menjadi 61,9%.
Baca juga: Buyback BCA: Sinyal Tenang di Tengah Pasar yang Gelisah
Parwati Surjaudaja, Presiden Direktur OCBC, menyampaikan bahwa kinerja ini menunjukkan kekuatan model bisnis Bank yang seimbang antara pertumbuhan dan kehati-hatian, “Kami melihat momentum pertumbuhan yang tetap terjaga di awal tahun 2026, baik dari sisi intermediasi maupun penghimpunan dana. Pertumbuhan kredit yang tetap positif mencerminkan komitmen kami dalam mendukung kebutuhan nasabah dan perekonomian, sementara peningkatan CASA menunjukkan kepercayaan nasabah yang semakin kuat terhadap layanan kami. Didukung oleh permodalan yang kuat dan likuiditas yang memadai, kami optimis dapat terus mengakselerasi pertumbuhan secara prudent, sekaligus menjaga ketahanan Bank di tengah dinamika ekonomi.”
Dari sisi fundamental, tingkat permodalan Bank meningkat dengan tingkat kecukupan modal (CAR) sebesar 25,0%, sehingga memberikan ruang yang memadai untuk ekspansi bisnis ke depan. Sementara itu, likuiditas Bank juga tetap terjaga dengan baik, tercermin dari rasio kecukupan likuiditas (LCR) sebesar 236,7%.
Pada kuartal pertama 2026 ini, total nilai transaksi melalui e-channel berhasil mencatatkan pertumbuhan hingga 15% YoY. Pengguna aktif individu internet banking dan OCBC Mobile meningkat sebesar 8% YoY, sedangkan pengguna aktif OCBC Business Mobile untuk nasabah korporasi mengalami peningkatan sebesar 20% YoY.
Baca juga: Maybank Indonesia dengan M2U ID App Siap Masuki Fase Digital Banking 2026
Sejalan dengan transformasi digital, OCBC terus memperkuat ekosistem layanan melalui produk dan layanan Nyala, juga terus mengembangkan solusi keuangan terintegrasi. Dengan ini, Bank mendorong masyarakat untuk menjadi #FUNanciallyFit, yaitu lebih cerdas, disiplin, dan percaya diri dalam mengelola keuangan.
Secara khusus, OCBC menyasar segmen young family, melalui salah satu produk Young Nyala, dengan produk dan solusi yang relevan untuk perencanaan keuangan keluarga muda, mulai dari pengelolaan cash flow, tabungan pendidikan, hingga investasi jangka panjang secara bijak. Pendekatan ini diharapkan dapat membantu nasabah dan masyarakat luas untuk tetap prudent dalam mengelola keuangan, terutama di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi.
