SCG Buka Beasiswa 2026, Bidik 400 Siswa dan 12 Mahasiswa
Jakarta, 4 Mei 2026 — SCG kembali membuka pendaftaran beasiswa “Sharing the Dream” 2026 sebagai bagian dari penguatan kualitas SDM menuju visi Indonesia Emas 2045. Program tahun ke-14 ini menargetkan 400 siswa SMA dan 12 mahasiswa S1 dari berbagai daerah.
Mengusung tema “Green Active Generation”, program ini tak hanya memberikan bantuan pendidikan, tetapi juga pelatihan soft skills, technical skills, hingga kesempatan memimpin proyek sosial berbasis komunitas.
Baca juga: Telkomsel dan AWS Cetak 750 Talenta Disabilitas Mahir Cloud dan AI
Country Director SCG Indonesia, Warit Jintanawan, mengatakan, “Tantangan generasi muda semakin kompleks untuk menemukan posisinya di industri dan masyarakat, dengan adanya persaingan global yang semakin kompetitif serta disrupsi teknologi AI (Artificial Intelligence). Untuk itu, generasi muda perlu memiliki kemampuan adaptasi, berpikir kritis (critical thinking), dan inisiatif untuk menjadi problem-solver bagi masyarakat dan lingkungan sekitar. Pendidikan yang berorientasi pada tujuan tersebut merupakan kuncinya.”
Program ini terbuka untuk masyarakat umum, termasuk penyandang disabilitas dan anak dari keluarga pekerja konstruksi di sejumlah wilayah. Pendaftaran dibuka hingga 1 Juni 2026.
SCG juga menyoroti tantangan ketenagakerjaan muda di Indonesia, di mana sekitar 19,44% masuk kategori NEET (tidak sekolah, bekerja, atau pelatihan). Kondisi ini memperkuat urgensi akses pendidikan dan pengembangan keterampilan.
“Kami melihat pentingnya membuka lebih banyak kesempatan bagi generasi muda, termasuk mereka yang berada dalam kategori Not in Education, Employment, or Training (NEET), agar dapat mengembangkan potensi dan daya saing mereka. Kami berharap program ini dapat mendorong lahirnya generasi yang mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ujar Thichet Srisuriyon, Distribution Director SCG Distribution & Retail Indonesia.
Amanda Dwi Ayu Utari, Brand & Communication Manager SCG Indonesia, menyampaikan tips Menulis Esai bagi Calon Pendaftar SCG Sharing the Dream.
Pertama, mulailah observasi masalah yang ada di sekitar lingkungan sekolah atau tempat tinggal yang berdampak pada kelangsungan hidup sehari-hari, seperti pengelolaan sampah, akses air bersih, kesehatan masyarakat, pendidikan, atau kemiskinan. Pilih satu tantangan yang paling relevan dan terasa nyata.
Kedua, pahami kondisi di lapangan dengan melihat fakta dan upaya yang sudah dilakukan oleh lingkungan sekitar, misalnya oleh pemerintah daerah atau komunitas setempat seperti RT/RW, kepala desa, karang taruna, atau posyandu. Langkah ini membantu peserta memahami situasi yang sebenarnya sekaligus melihat peluang untuk berkolaborasi dengan pihak-pihak yang sudah terlibat dalam mengatasi masalah tersebut.
Baca juga: Ribuan Anak Mitra Grab Dapat Beasiswa, Pendidikan Jadi Jalan “Naik Kelas”
Ketiga, rumuskan ide solusi yang realistis dan dapat dilakukan bersama masyarakat. Salah satu contohnya adalah proyek “Clean Water for All” yang diinisiasi oleh Josephine Sophie Mathilda Sagala, mahasiswi Universitas Padjadjaran dan penerima Beasiswa SCG Sharing the Dream 2025. Josephine menggunakan pendekatan ilmiah untuk mengevaluasi kualitas air di 16 titik wilayah Desa Cileles, Jatinangor. Hasil pemetaan tersebut digunakan untuk memberikan informasi kepada masyarakat tentang kondisi kualitas air sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan air yang berkelanjutan.
“Yang tidak kalah penting, tulislah esai dengan jujur, personal, dan mencerminkan pengalaman atau kepedulian pribadi. Kami ingin melihat bagaimana peserta berpikir, sekaligus bagaimana mereka ingin berkontribusi membawa perubahan di lingkungan sekitarnya,” pungkas Amanda.
