TipTip Tembus EBITDA Positif, AI Jadi Pengungkit
Jakarta, 4 Mei 2026 — TipTip mencatatkan profitabilitas EBITDA pada awal 2026. Pencapaian ini menjadi titik penting dalam perjalanan perusahaan menuju bisnis yang berkelanjutan sekaligus efisien secara modal.
Kinerja tersebut ditopang oleh perbaikan unit ekonomi, disiplin operasional, serta efisiensi biaya. Di saat yang sama, perusahaan tetap menjaga pertumbuhan bisnis, didukung kolaborasi strategis dengan investor utamanya, East Ventures.
Baca juga: Dari BSD City untuk Asia: Living Lab Ventures Perkuat Ekosistem Inovasi Lewat Japan Thematic Fund
TipTip mengandalkan teknologi dan kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan efisiensi bisnis. Salah satunya melalui sistem prediksi permintaan tiket dengan akurasi di atas 99%, yang membantu optimalisasi penyelenggaraan acara. Platform ini juga menghubungkan brand dan event organizer lewat SPARK, serta menghadirkan sistem pertiketan yang meminimalkan antrean dan meningkatkan pengalaman pengguna.
Dampaknya mulai terlihat pada kinerja keuangan. Pada kuartal I 2026, bisnis pertiketan hiburan TipTip mencatat pertumbuhan pendapatan kotor 56% secara kuartalan. Pendapatan bersih melonjak 283% dibanding kuartal sebelumnya, sementara margin kontribusi naik 50% setelah penerapan AI.
Memanfaatkan momentum ini, TipTip berekspansi ke sektor wisata melalui platform SatuSatu. Layanan ini menawarkan pengalaman perjalanan terkurasi, mulai dari wisata budaya hingga aktivitas outdoor, dengan dukungan teknologi dan layanan concierge yang dipersonalisasi.
Melalui SatuSatu, pengguna dapat menikmati berbagai kemudahan seperti konfirmasi instan, reservasi hari yang sama, hingga akses tanpa antre di berbagai destinasi. Platform ini juga memadukan otomasi berbasis AI dengan sentuhan layanan manusia untuk memastikan pengalaman yang lebih mulus.
Baca juga: Dari Minuman Tradisional hingga Agrowisata, Cerita Pendampingan UMKM Lokal
Group CEO dan Founder TipTip, Albert Lucius, menegaskan arah strategi perusahaan ke depan. “Seiring langkah kami ke depan, kami tetap fokus untuk berinvestasi pada vertikal pertumbuhan yang selaras dengan pergeseran perilaku konsumen jangka panjang, di mana autentisitas dan interaksi dunia nyata menjadi semakin penting,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengembangan SatuSatu menjadi bagian dari strategi menghadapi era AI. “SatuSatu mencerminkan keyakinan kami dalam membangun produk yang tangguh terhadap perkembangan AI dengan menghadirkan pengalaman yang dikelola dengan tepat,” kata Albert.
Saat ini, SatuSatu ditargetkan melayani hingga 10.000 pelanggan per bulan. Bali menjadi titik awal ekspansi melalui peluncuran Bali All-Access-Pass, dengan rencana perluasan ke berbagai destinasi utama di Indonesia.
