NTT DATA Luncurkan Layanan AI untuk Kelola Infrastruktur TI Multivendor
Jakarta, 13 Mei 2026 – Kompleksitas infrastruktur teknologi perusahaan terus meningkat seiring masifnya adopsi kecerdasan buatan (AI). Banyak perusahaan kini harus mengelola sistem lintas vendor, mulai dari jaringan, pusat data hybrid, keamanan siber, hingga workplace digital dalam satu ekosistem yang saling terhubung.
Di tengah tantangan tersebut, perusahaan teknologi global NTT DATA memperkenalkan layanan berbasis AI yang dirancang untuk membantu perusahaan mengelola infrastruktur teknologi berskala besar dengan lebih efisien.
Layanan bernama Software Defined Infrastructure (SDI) Services Agent ini memungkinkan tim TI memantau, menganalisis, hingga mengoptimalkan operasional infrastruktur melalui sistem berbasis percakapan atau agentic AI. Sederhananya, perusahaan dapat berinteraksi dengan lingkungan teknologi mereka menggunakan perintah bahasa alami tanpa harus berpindah antarplatform atau vendor.
Baca juga: IBM Perkenalkan Prosesor Kuantum dan Terobosan Algoritma Baru
Teknologi ini dirancang untuk menjawab tantangan pengelolaan infrastruktur multivendor yang selama ini kerap memakan waktu dan sumber daya besar. Sistem AI akan bekerja sebagai “orkestrator” yang memantau berbagai komponen teknologi secara real-time, sekaligus memberikan rekomendasi maupun tindakan berbasis data.
Menurut Chris Barnard, Vice President IDC, model layanan infrastruktur konvensional mulai sulit mengimbangi kebutuhan perusahaan yang semakin bergantung pada AI.
“Pendekatan berbasis agentic memungkinkan tim infrastruktur keluar dari pola pemeliharaan tradisional dan lebih fokus pada hasil bisnis dalam skala besar,” ujarnya.
Berbeda dengan asisten AI yang umumnya hanya bekerja dalam satu ekosistem vendor tertentu, layanan SDI Agent dari NTT DATA diklaim dapat berjalan di lingkungan multivendor yang lebih kompleks. Sistem ini juga dirancang untuk memberi visibilitas terhadap performa infrastruktur sekaligus membantu organisasi memahami dampak operasional, termasuk efisiensi penggunaan sumber daya.
Temuan dalam laporan global AI NTT DATA juga menunjukkan perusahaan mulai mengubah pendekatan mereka terhadap implementasi AI. Alih-alih hanya menambahkan fitur AI di permukaan, banyak organisasi kini lebih memilih membangun ulang sistem inti agar AI terintegrasi langsung dalam operasional bisnis.
Dilip Kumar, Global Head Infrastructure Solutions, NTT DATA, mengatakan percepatan adopsi AI membuat perusahaan membutuhkan fondasi infrastruktur yang lebih aman dan fleksibel.
Baca juga: 5 Keterampilan Teknologi Esensial untuk Generasi Muda Hadapi Dunia Kerja 2026
“Ketika organisasi mempercepat adopsi AI, fondasi infrastruktur yang aman dan pengalaman layanan berbasis AI menjadi pembeda strategis bagi bisnis,” katanya.
NTT DATA menyebut layanan ini tetap mempertahankan kontrol manusia dalam pengambilan keputusan. Sistem AI akan menganalisis data operasional secara langsung dan memberikan rekomendasi berbasis histori serta kebijakan yang telah ditetapkan perusahaan.
Peluncuran layanan ini menjadi sinyal bahwa pengelolaan infrastruktur TI mulai bergerak ke model yang lebih otomatis dan prediktif, terutama ketika perusahaan harus menangani sistem teknologi yang semakin kompleks di era AI.
