J&T Express Rilis Laporan ESG 2025, Dorong Logistik Berkelanjutan dengan Teknologi

Jakarta, 19 Mei Giral.id – Di tengah pertumbuhan industri logistik yang semakin dipengaruhi teknologi dan tuntutan keberlanjutan, perusahaan jasa pengiriman kini tak hanya dituntut cepat dan efisien, tetapi juga bertanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat.

Hal itu tercermin dalam langkah J&T Express yang merilis Laporan Environmental, Social and Governance (ESG) Global 2025, berisi capaian dan strategi keberlanjutan perusahaan di berbagai negara operasional.

Laporan tersebut memotret bagaimana perusahaan logistik global itu mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam rantai bisnisnya, mulai dari penguatan operasi berbasis teknologi, efisiensi energi, perlindungan pekerja, hingga kontribusi sosial bagi masyarakat.

Baca juga: Kejar Standar OECD, Indonesia Eximbank Gandeng IIF Perkuat Implementasi ESG

Sepanjang 2025, J&T Express memperkuat transformasi smart logistic dengan memanfaatkan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) serta pemanfaatan big data untuk meningkatkan efisiensi operasional. Implementasi teknologi ini digunakan untuk mengoptimalkan rute pengiriman, proses penyortiran paket, hingga memperkuat layanan last-mile delivery.

Dalam pengembangan infrastruktur, perusahaan juga memperluas jaringan global melalui pembangunan 14 kawasan logistik inti dengan total luas mencapai 1,05 juta meter persegi. Upaya efisiensi energi turut diperkuat melalui penggunaan lebih dari 150 ribu permanent magnet synchronous motorized rollers serta 400 conveyor hemat energi di jaringan operasionalnya.

Di sisi pengurangan dampak lingkungan, perusahaan memperluas inisiatif kemasan ramah lingkungan melalui penggunaan 38,27 juta kantong transit reusable, yang tercatat telah digunakan hingga 3,33 miliar kali.

Komitmen terhadap transportasi rendah karbon juga menjadi bagian penting strategi ESG perusahaan. Di China, misalnya, armada truk berbahan bakar LNG telah mencapai 1.697 unit, atau sekitar 30 persen dari total armada. Sementara di Filipina, seluruh operasional menggunakan 100 persen biodiesel B5, dan di Singapura sebagian armada telah beralih ke truk listrik.

Hingga akhir 2025, J&T Express juga tercatat telah mengoperasikan lebih dari 1.000 kendaraan otonom, disertai penguatan moda transportasi kereta api dan laut untuk meningkatkan efisiensi distribusi.

Namun, keberlanjutan perusahaan disebut tidak hanya berbicara soal lingkungan. Aspek sosial dan perlindungan pekerja juga menjadi perhatian utama.

Sepanjang tahun lalu, J&T Express memperkuat sistem pengembangan karyawan melalui platform pelatihan global terintegrasi. Jumlah kursus dalam platform pelatihan digital meningkat 60 persen, sementara total jam pelatihan tumbuh hingga 2,8 kali lipat.

Perusahaan juga menggelar lebih dari 27 ribu sesi pelatihan keselamatan kerja secara global yang melibatkan lebih dari 1,4 juta peserta, sebagai bagian dari penguatan budaya keselamatan di lingkungan kerja.

Di China, implementasi Platform Algorithm and Labor Rules Agreement 2025 menjadi salah satu langkah penting perusahaan dalam memperkuat perlindungan pekerja di era ekonomi digital. Kesepakatan ini mencakup lebih dari 290 ribu pekerja, dengan fokus pada perlindungan upah, pengembangan karier, serta transparansi sistem algoritma kerja.

Di bidang sosial, perusahaan menjalankan sejumlah inisiatif pemberdayaan masyarakat dan bantuan kemanusiaan di berbagai negara. Salah satunya pemanfaatan drone untuk mendukung distribusi hasil panen jeruk di wilayah pegunungan Chongqing, China, yang membantu menekan biaya tenaga kerja petani.

Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat di Indonesia

Sementara di Indonesia, J&T Express turut terlibat dalam penanganan bencana, termasuk pengiriman 13 ton bantuan untuk wilayah terdampak banjir di Aceh melalui penerbangan khusus.

Komitmen sosial perusahaan juga diwujudkan melalui berbagai program pendidikan dan pemberdayaan masyarakat. Melalui program J&T Antar Inspirasi, perusahaan memberikan apresiasi pendidikan kepada siswa terpilih, pelatihan guru di Sulawesi Tengah, serta distribusi ratusan buku bacaan dan penguatan pengelolaan perpustakaan sekolah di Wakatobi.

Baca juga: Dorong Adopsi AI Agent di Sekolah, Biji-biji Initiative dan KNI Bekali Guru Bontang Lewat Microsoft Elevate

Pada momentum ulang tahun ke-10 perusahaan, J&T Express juga menjalankan berbagai kegiatan sosial, mulai dari pembagian makanan gratis di berbagai kota, distribusi paket sembako, hingga revitalisasi fasilitas publik.

Di sisi tata kelola perusahaan, J&T Express memperkuat implementasi kepatuhan global melalui sistem pengawasan terpusat yang mencakup pencegahan korupsi, persaingan usaha sehat, kepatuhan rantai pasok, hingga perlindungan rahasia dagang.

Selama periode pelaporan, seluruh direksi dan manajemen senior perusahaan telah mengikuti pelatihan anti pencucian uang, pencegahan pendanaan terorisme, dan anti-korupsi dengan tingkat partisipasi 100 persen. Sementara pelatihan integritas menjangkau lebih dari 89 ribu karyawan di berbagai negara.

Dylan Tey mengatakan ESG kini telah menjadi bagian integral dari operasional perusahaan, bukan sekadar konsep.

“Sepanjang tahun terakhir, J&T Express secara konsisten mendorong transformasi transportasi rendah karbon serta penguatan tata kelola model kerja baru, termasuk melalui pengembangan solusi logistik berkelanjutan dan inisiatif algorithm negotiation mechanisms yang terdepan di industri,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Ia menambahkan, perusahaan akan terus mengoptimalkan pemanfaatan teknologi sekaligus memperkuat tata kelola ESG dan transparansi untuk mendorong pertumbuhan berkelanjutan dan menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemangku kepentingan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *