Ketika Mahasiswa Tak Lagi Menunggu Lulus untuk Berbisnis
Jakarta, 9 Juni 2026 – Di tengah ketidakpastian pasar kerja dan pesatnya perkembangan ekonomi digital, semakin banyak mahasiswa yang memilih membangun usaha sejak masih duduk di bangku kuliah. Mereka tidak lagi menunggu wisuda untuk memulai karier, melainkan mencoba menciptakan peluangnya sendiri.
Fenomena tersebut menjadi salah satu temuan yang muncul dalam rangkaian program J&T Connect Preneur Goes to Campus yang digelar di lima kota sepanjang 2026. Program tersebut ditutup di Universitas Pertamina, Jakarta, pada Selasa (9/6), dengan menghadirkan penulis sekaligus kreator konten Raditya Dika serta CEO dan Founder HMNS Perfume, Rizky Arief.
Mengangkat tema The Digital Native: Mastering Hype, Creativepreneurship, and Business Execution, kegiatan ini diikuti ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, baik secara langsung maupun melalui siaran daring.
Baca juga: Fokus pada Inovasi dan Pelanggan, Volume Pengiriman J&T Express Meroket 60% YoY
Brand Manager J&T Express, Herline Septia, menilai minat mahasiswa untuk membangun usaha kini semakin kuat. Selama rangkaian roadshow berlangsung, pihaknya melihat banyak mahasiswa yang mulai berani mengembangkan produk, membangun merek, hingga menjangkau pelanggan sejak masih kuliah.
“Selama roadshow di lima kota, kami menyaksikan sendiri bagaimana mahasiswa semakin percaya diri membangun bisnis sejak di bangku kuliah, mulai dari menciptakan produk hingga membangun brand dan menjangkau pelanggan. Kehadiran pembicara yang sukses mengembangkan bisnis dengan pendekatan dan karakter berbeda diharapkan dapat memberi mahasiswa kesempatan untuk melihat beragam strategi, mengambil insight, serta memahami tantangan membangun bisnis di era digital yang sangat kompetitif,” ujar Herline.
Herline menambahkan, kehadiran pelaku usaha yang telah berpengalaman penting untuk memberikan gambaran nyata mengenai tantangan dan strategi yang diperlukan dalam membangun bisnis di tengah persaingan digital yang semakin ketat.
Pandangan serupa disampaikan Rizky Arief. Ia melihat banyak mahasiswa memiliki semangat kewirausahaan yang tinggi, tetapi sering kali minim akses terhadap pengalaman praktis yang dapat langsung diterapkan.
“Selama tur di lima kota, saya melihat semangat wirausaha mahasiswa sangat tinggi, tapi seringkali mereka hanya mendapatkan teori tanpa insight praktis. Oleh karena itu, program ini merupakan program yang tepat karena menghubungkan mereka langsung dengan praktisi, memberikan pengalaman dan wawasan yang bisa langsung diterapkan. Bagi saya, ini bukan sekadar talk show, tetapi wadah bagi wirausahawan muda untuk bergerak dan mewujudkan bisnisnya,” kata Rizky.
Tantangan Tidak Berhenti di Ide
Meski minat berwirausaha meningkat, banyak usaha yang dirintis mahasiswa menghadapi tantangan serupa seperti keterbatasan modal, akses pendampingan, hingga kemampuan mengeksekusi ide menjadi bisnis yang berkelanjutan.
Baca juga: Total Kredit Hampir Rp1.000 Triliun, Penyaluran BCA Kian Dalam ke Sektor Produktif
Karena itu, kebutuhan generasi muda saat ini bukan hanya inspirasi, melainkan juga ekosistem yang memungkinkan mereka berkembang. Pendampingan, jaringan, dan akses permodalan menjadi faktor yang semakin menentukan keberhasilan sebuah usaha di tahap awal.
Dalam konteks tersebut, sejumlah program pengembangan kewirausahaan mulai bermunculan untuk menjembatani kesenjangan antara ide dan implementasi. Salah satunya melalui kompetisi bisnis yang ditujukan bagi mahasiswa yang telah menjalankan usaha dan ingin mengembangkannya ke tahap berikutnya.
Herline mengatakan program semacam ini diharapkan menjadi ruang belajar sekaligus akses nyata bagi mahasiswa untuk memperkuat fondasi bisnis mereka.
“Program ini dirancang tidak hanya sebagai ruang belajar, tetapi juga sebagai ekosistem yang memberikan akses nyata bagi mahasiswa untuk mengembangkan bisnisnya secara berkelanjutan. Dengan hadirnya program ini dan melalui kapabilitas logistik yang kami miliki, J&T Express ingin berperan lebih dari sekadar penyedia jasa layanan pengiriman, namun juga sebagai enabler bisnis yang mendukung pertumbuhan wirausahawan muda di Indonesia,” ujarnya.
