AI dan Tantangan Biaya Medis, Ini Perspektif Medix soal Lanskap Kesehatan Indonesia
Jakarta, Januari 2026 – Inflasi biaya medis yang terus meningkat menjadi tantangan serius bagi sistem kesehatan Indonesia, di tengah pertumbuhan ekonomi dan ambisi jangka panjang menuju negara berpendapatan tinggi.
Dalam diskusi bertajuk “Perspektif Medix Tentang Lanskap Kesehatan Indonesia dan Bagaimana AI Mendefinisikan Ulang Layanan Kesehatan”, Medix Global memaparkan pandangannya mengenai peluang dan risiko transformasi layanan kesehatan nasional, termasuk peran kecerdasan buatan (AI).
Diskusi menghadirkan jajaran pimpinan Medix Global, di antaranya Founder & CEO Medix Global Sigal Atzmon dan Chief Business Officer Jonathan Sternberg, serta membuka ruang dialog dengan media nasional mengenai kondisi sektor kesehatan dan asuransi di Indonesia.
Baca juga: LASIK Mata Prosedur Cepat dan Aman untuk Lepas dari Kacamata
Medix menilai Indonesia sebagai salah satu pasar strategis di Asia Tenggara. Dengan posisi ekonomi yang kian menguat—Indonesia berada di jajaran ekonomi terbesar dunia berdasarkan daya beli—tantangan utama justru terletak pada keberlanjutan sistem kesehatan. Inflasi biaya medis, keterbatasan akses, serta ketimpangan layanan antarwilayah dinilai berpotensi menghambat optimalisasi bonus demografi dan produktivitas nasional.
Sejumlah data menunjukkan inflasi biaya medis di Indonesia pada 2025 mencapai sekitar 19,8%, lebih tinggi dibandingkan rata-rata kawasan Asia yang berada di kisaran 13,2%. Tekanan ini berdampak langsung pada kenaikan premi asuransi kesehatan dan biaya layanan medis secara keseluruhan.
Dalam konteks tersebut, Medix melihat pemanfaatan AI dan digitalisasi sebagai bagian dari solusi jangka panjang, selama diterapkan secara bertanggung jawab dan berorientasi pada kualitas layanan. Transformasi digital di sektor kesehatan Indonesia dinilai telah menunjukkan kemajuan, baik melalui inisiatif pemerintah maupun swasta, mulai dari peningkatan akurasi diagnosis hingga efisiensi pengelolaan layanan.
Founder & CEO Medix Global, Sigal Atzmon menegaskan bahwa Indonesia memiliki peluang besar untuk membangun sistem kesehatan yang lebih berkelanjutan dengan memanfaatkan teknologi secara tepat.
“Indonesia berada di titik penting dalam pengembangan sistem kesehatannya. Teknologi, khususnya AI, dapat membantu meningkatkan kualitas perawatan sekaligus mengendalikan inflasi biaya medis. Namun, kuncinya adalah memastikan teknologi ini digunakan untuk mendukung keputusan klinis yang tepat dan tetap berpusat pada kebutuhan pasien,” ujar Sigal.
Ia juga menyampaikan bahwa 2025 menjadi tahun strategis bagi Medix di Indonesia, seiring perluasan kemitraan dan peluncuran aplikasi Medix berbahasa Indonesia yang dirancang untuk membantu masyarakat mengelola kesehatan secara lebih personal dan terintegrasi.
Medix mengombinasikan AI dan analitik data dengan pendampingan tenaga medis untuk menghadirkan layanan kesehatan virtual, mulai dari navigasi perawatan, pencegahan penyakit, hingga dukungan kesehatan mental. AI juga dimanfaatkan sebagai clinical decision support guna membantu tenaga medis meminimalkan potensi kesalahan diagnosis dan pengambilan keputusan klinis.
Chief Business Officer Medix Global, Jonathan Sternberg menambahkan bahwa transparansi dan kualitas layanan menjadi fondasi penting dalam membangun sistem kesehatan yang berkelanjutan.
Menurutnya, banyak kasus medis di Indonesia sebenarnya dapat ditangani secara optimal di dalam negeri dengan biaya yang lebih efisien, namun masih terkendala oleh keterbatasan akses dan kepercayaan terhadap layanan yang tersedia.
”Terlepas dari performa ekonomi Indonesia yang mengesankan, terjadi inflasi terhadap biaya medis sebesar 13-20% per tahun yang menunjukkan ketidaksinambungan, ini berisiko membuat semakin banyak masyarakat tidak mampu mengakses perlindungan kesehatan yang memadai, alih-alih meningkatkan penetrasi asuransi. Saya sangat mengapresiasi bagaimana perusahaan asuransi serta Otoritas Jasa Keuangan secara aktif mengevaluasi tantangan ini. Kami menantikan untuk melanjutkan kolaborasi ini di tahun 2026 dan seterusnya, karena masih banyak pekerjaan penting yang perlu dilakukan,” beber Jonathan.
Baca juga: Andalkan 80% Tenaga Pemasar Muda, Allianz Indonesia Optimistis Pacu Pertumbuhan di 2026
Sejak beroperasi di Indonesia, Medix mencatat sejumlah capaian, termasuk membantu lebih dari 20% anggotanya menghindari tindakan medis yang tidak diperlukan, serta meningkatkan ketepatan rencana perawatan pada lebih dari separuh kasus yang ditangani. Pendekatan berbasis data dan personalisasi dinilai memberikan kontribusi signifikan terhadap efisiensi dan kualitas layanan kesehatan.
Ke depan, Medix menegaskan komitmennya untuk terus berkolaborasi dengan pelaku asuransi, regulator, dan ekosistem kesehatan nasional guna mendorong sistem layanan kesehatan yang lebih inklusif, efisien, dan berkelanjutan di Indonesia.
