Ancaman Mobile Kian Kompleks, AI Agent Appdome Dampingi Pengguna Secara Real Time
Jakarta, 10 Januari 2026 — Ancaman keamanan di ekosistem mobile tidak lagi berhenti pada deteksi dan pencegahan. Di ajang Black Hat Europe, Appdome memperkenalkan Support Agent, agen berbasis Agentic AI yang dirancang untuk membantu pengguna akhir menghadapi malware, penipuan, hingga pengambilalihan akun secara langsung di dalam aplikasi seluler.
Berbeda dari pendekatan keamanan konvensional, Support Agent memungkinkan pengguna berinteraksi secara real time melalui model percakapan untuk memahami, menemukan, dan menghilangkan ancaman yang terjadi di perangkat Android maupun iOS. Teknologi ini ditujukan bagi merek seluler dan tim support sebagai upaya menjembatani kesenjangan antara sistem keamanan dan pengalaman pengguna.
Baca juga: VIDA Hadirkan Teknologi Autentikasi Wajah Berbasis AI untuk Cegah Penipuan Digital
“Keamanan tidak cukup hanya menghentikan serangan. Pengguna akhir harus tetap menjadi bagian dari bisnis,” ujar Tom Tovar, CEO sekaligus co-creator Appdome. Menurutnya, Support Agent menghubungkan kecerdasan Agentic AI dengan konteks ancaman spesifik di perangkat pengguna, sehingga proses pemulihan dapat dilakukan lebih cepat dan presisi.
Kehadiran Support Agent menjawab realitas baru ekosistem mobile, di mana malware kian sering menyamar sebagai aplikasi sah—mulai dari utilitas, aplikasi keuangan, hingga asisten berbasis AI—bahkan didistribusikan melalui toko aplikasi resmi. Di saat yang sama, penipuan berbasis rekayasa sosial, deepfake, dan identitas sintetis berbasis AI membuat banyak pengguna tak menyadari bahwa perangkat atau aplikasinya telah dikompromikan hingga kerugian terjadi.
Chief Product Officer Appdome, Chris Roeckl, menjelaskan bahwa Support Agent menggabungkan data ancaman Appdome dengan penalaran Agentic AI untuk memberikan panduan yang disesuaikan dengan skenario serangan di setiap perangkat. “Instruksi yang diberikan mempertimbangkan jenis ancaman, perangkat, sistem operasi, hingga sumber serangan,” ujarnya.
Secara operasional, Support Agent menggantikan proses manual yang selama ini membebani tim support. Ketika ancaman terdeteksi, sistem Appdome menghasilkan ThreatCode™ unik yang memuat sidik jari ancaman, perangkat, dan sistem operasi. ThreatCode ini kemudian diterjemahkan oleh Support Agent menjadi panduan remediasi yang bisa langsung diikuti pengguna, tanpa perlu proses investigasi berlapis.
Pendekatan ini diklaim mampu mempercepat penyelesaian insiden, menekan biaya support, mengurangi risiko penipuan, sekaligus menjaga kepercayaan pengguna agar tetap menggunakan aplikasi dengan aman.
Baca juga: Keterlibatan Pengguna Jadi Penentu, Aplikasi Finansial di Asia Pasifik Tinggalkan Kejar Unduhan
Support Agent juga dirancang kolaboratif. Pengguna, tim support, hingga tim keamanan siber dapat mengajukan pertanyaan, menantang instruksi yang diberikan AI, meminta panduan alternatif, hingga menyimpan preferensi remediasi untuk kasus serupa di masa depan. Model ini menyatukan tim keamanan, anti-penipuan, engineering, dan support dalam satu alur remediasi berbasis AI, menggantikan pola kerja terfragmentasi yang selama ini umum terjadi.
Dari sisi tata kelola, Appdome menegaskan bahwa Support Agent beroperasi sepenuhnya di dalam platform enterprise mereka, tanpa menggunakan data PII maupun model AI publik. Seluruh proses remediasi dijalankan dengan guardrails ketat, kebijakan No-Learning dan No-Retention, serta kontrol audit yang tetap berada di tangan perusahaan pengguna.
Dalam konteks meningkatnya kompleksitas ancaman seluler, Support Agent mencerminkan pergeseran pendekatan keamanan: dari sekadar melindungi sistem, menuju memberdayakan pengguna sebagai bagian aktif dari proses mitigasi risiko digital.
