Apa Itu Right Issue? Penjelasan Paling Sederhana Buat Investor Pemula
Jakarta, Januari 2026 – Kalau kamu baru mulai belajar saham, ada satu istilah yang sering muncul dan bikin bingung: right issue. Tenang, ini bukan istilah rumit—asal dijelaskan pelan-pelan.
Right issue adalah kondisi ketika perusahaan menerbitkan saham baru dan memberi kesempatan lebih dulu kepada pemegang saham lama untuk membelinya. Jadi, sebelum saham itu dijual ke publik, pemilik lama dikasih “hak istimewa”.
Ibaratnya begini: kamu sudah punya satu bagian kue. Lalu kuenya mau ditambah. Perusahaan bilang, “Kalau mau nambah bagian, kamu boleh beli duluan.” Itulah right issue.
Biasanya, saham dalam right issue dijual dengan harga lebih murah dari harga pasar. Tujuannya supaya pemegang saham lama tertarik ikut, sekaligus perusahaan bisa mendapatkan tambahan modal.
Lalu, untuk apa uangnya? Umumnya untuk:
- menambah modal usaha
- membayar utang
- mengembangkan bisnis
- memperkuat keuangan perusahaan
Masalahnya, tidak semua right issue otomatis bagus. Kenapa? Karena jumlah saham jadi lebih banyak. Kalau laba perusahaan tidak ikut naik, keuntungan per saham bisa jadi lebih kecil. Inilah yang disebut dilusi—dan ini sering bikin harga saham turun sementara.
Makanya, saat ada pengumuman right issue, harga saham sering bergerak turun dulu. Bukan karena perusahaannya pasti jelek, tapi karena pasar sedang menyesuaikan nilai dan menghitung ulang risikonya.
Buat investor pemula, hal terpenting bukan buru-buru beli atau jual. Cukup tanya tiga hal sederhana:
- Uangnya mau dipakai buat apa?
- Apakah bisnis perusahaan masih masuk akal ke depan?
- Apakah manajemennya punya rekam jejak yang baik?
Kalau jawabannya jelas dan logis, right issue bisa jadi kesempatan. Tapi kalau tujuannya kabur dan hanya menutup masalah lama, sebaiknya waspada.
Di pasar saham, belajar pelan lebih aman daripada cepat tapi salah. Right issue bukan momok—asal kamu tahu apa yang sedang terjadi.
