Belanja Produk Beauty Makin Hybrid, O2O Jadi Jawaban Kebiasaan Baru Konsumen
Jakarta, 26 Januari 2026 — Cara konsumen berbelanja produk kecantikan terus berevolusi. Tidak lagi sekadar memilih antara toko fisik atau platform digital, konsumen kini cenderung menggabungkan keduanya: mencoba langsung, lalu membeli secara online. Pola inilah yang mendorong hadirnya pendekatan online-to-offline (O2O) dalam industri kecantikan.
Tren tersebut tercermin dalam kolaborasi ParagonCorp dan Shopee melalui kampanye Shopee Hyper Brand Day yang digelar dalam rangkaian Beauty Science Tech (BST) 2026. Inisiatif ini mengintegrasikan pengalaman eksplorasi produk secara langsung di lokasi acara dengan kemudahan transaksi digital, memungkinkan konsumen mencoba, membeli, dan mengambil produk dalam satu ekosistem yang terhubung.
Baca juga: Tren Belanja Online Ramadan: Transaksi Melonjak 115%, Fashion hingga FMCG Jadi Andalan
Melalui pendekatan hybrid ini, konsumen dapat mengeksplorasi berbagai produk kecantikan Paragon secara langsung, lalu menyelesaikan transaksi melalui aplikasi Shopee. Skema ini dirancang untuk menjawab karakter konsumen beauty yang semakin selektif, mengutamakan kepercayaan, dan ingin memahami produk sebelum memutuskan pembelian.
Group Head Ecommerce ParagonCorp, Meinar Dyan Muslimah, menilai integrasi pengalaman online dan offline menjadi langkah relevan di tengah perubahan perilaku konsumen. “Eksplorasi langsung yang dipadukan dengan kemudahan transaksi digital memungkinkan konsumen mendapatkan pengalaman belanja yang lebih menyeluruh dan sesuai dengan kebutuhan mereka saat ini,” ujarnya.
Kategori kecantikan sendiri terus menunjukkan pertumbuhan, seiring meningkatnya minat terhadap produk yang selaras dengan gaya hidup dan nilai konsumen modern. Brand lokal semakin mendapat tempat, tidak hanya karena aksesibilitas, tetapi juga karena kepercayaan terhadap kualitas dan inovasi yang ditawarkan. Dalam konteks ini, platform digital berperan sebagai penghubung antara brand dan konsumen, sekaligus memperluas pengalaman belanja.
Director of Business Partnerships Shopee Indonesia, Daniel Minardi, menyebut bahwa konsumen kini mencari lebih dari sekadar harga. “Mereka menginginkan pengalaman yang informatif dan meyakinkan sebelum membeli. Integrasi online dan offline menjadi salah satu cara menjawab kebutuhan tersebut,” jelasnya.
Baca juga: Lima Kebiasaan Keuangan yang Masih Membebani Orang Indonesia di 2026
Di luar aspek transaksi, kolaborasi ini juga mencerminkan pergeseran standar industri kecantikan, di mana batas antara online dan offline semakin kabur. Konsumen yang semakin digital-savvy menuntut pengalaman belanja yang personal, interaktif, dan relevan dengan keseharian mereka.
Pendekatan O2O pun dipandang sebagai fondasi penting dalam membentuk masa depan industri kecantikan—tidak hanya sebagai strategi penjualan, tetapi juga sebagai cara membangun relasi jangka panjang antara brand dan konsumen.
Sinergi antara kampanye digital dan pengalaman langsung seperti yang dihadirkan di BST 2026 menjadi gambaran bagaimana ekosistem beauty terus beradaptasi dengan dinamika pasar dan preferensi generasi baru.
