Bukti Orang Indonesia Doyan Ngopi: Penjualan Kopi di E-Commerce Melejit 120%
Jakarta, 9 Januari 2026 — Budaya ngopi di Indonesia bukan sekadar gaya hidup, tapi sudah jadi kebiasaan harian yang makin terasa di kanal digital. Sepanjang Januari hingga November 2025, penjualan kopi di e-commerce melonjak hingga 120% secara tahunan (YoY), dari Rp1,1 triliun menjadi Rp2,4 triliun. Data ini diungkap Compas Market Insight Dashboard.
Lonjakan tersebut tak hanya dipicu oleh meningkatnya jumlah transaksi, tetapi juga perubahan pola belanja konsumen. Volume penjualan kopi naik 26%, dari 23 juta unit pada 2024 menjadi 29 juta unit di 2025. Menariknya, harga rata-rata per unit turut terkerek naik 75%, dari Rp46.000 menjadi Rp81.000.
Baca juga: Riset Populix Ungkap Faktor Baru Penentu Relevansi Brand di 2026
CEO Compas.co.id, Hanindia Narendrata, menyebut tren ini menandai pergeseran perilaku konsumen e-commerce. “Konsumen kini semakin nyaman membeli kopi dalam kemasan besar, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun stok jangka panjang,” ujarnya.
Salah satu pendorong utama pertumbuhan datang dari kemasan karton berukuran besar. Sepanjang 2025, format ini mencatatkan lonjakan nilai penjualan hingga 563%, jauh melampaui format kemasan lain yang tumbuh sekitar 53%. Strategi belanja yang lebih efisien dan ekonomis menjadi alasan utama di balik tren ini.
Di sisi lain, semakin aktifnya distributor besar yang menjual langsung melalui e-commerce turut memperkuat performa kategori kopi. Konsumen kini lebih mudah mendapatkan produk dalam jumlah besar dengan harga kompetitif, sekaligus memperluas jangkauan distribusi kopi secara nasional.
Baca juga: Generali Indonesia Ajak Hidup Seimbang Lewat Kampanye #HereNow
“Format besar mendorong peningkatan basket size dan repeat purchase yang lebih stabil, terutama lewat seller grosir. Ini menjadi indikator penting bagi brand dalam menyusun strategi e-commerce 2026,” tambah Narendrata.
Ke depan, tren ini menjadi sinyal kuat bagi pelaku industri makanan dan minuman untuk beradaptasi. Optimalisasi kemasan, penguatan kanal distributor digital, serta strategi bundling dinilai akan menjadi kunci menjaga momentum pertumbuhan kopi di e-commerce.
