CGBIO Indonesia Luncurkan DCLASSY CaHA, Perkuat Pasar Estetika Medis Premium
Jakarta, 26 Februari 20206 — CGBIO Indonesia resmi meluncurkan DCLASSY CaHA pada Januari 2026, menandai langkah strategis perusahaan dalam memperkuat penetrasi di pasar estetika medis nasional. Produk ini sebelumnya telah diperkenalkan secara terbatas pada Juli 2025 dan menarik perhatian luas dalam ajang International Seminar and Workshop in Aesthetic Medicine pada Desember 2025.
Peluncuran ini sekaligus memperkaya portofolio solusi estetika medis premium asal Korea Selatan di Indonesia, mempertegas ekspansi inovasi K-beauty dalam ranah medis berbasis teknologi.
Baca juga: Dua AI Creator Adu Kreativitas di Music Video “Pede Maksimal”, Kolaborasi Unik Project Pop x ZAP
DCLASSY CaHA merupakan collagen stimulator berbasis Calcium Hydroxyapatite (CaHA) yang tidak hanya berfungsi sebagai volumizer, tetapi juga merangsang regenerasi kulit dan produksi kolagen tipe I secara alami.
Produk ini bekerja melalui mekanisme ganda. Setelah disuntikkan, gel pembawa berbasis CMC (carboxymethyl cellulose) akan diserap makrofag, sementara partikel CaHA yang terekspos menstimulasi fibroblas untuk memicu produksi kolagen jangka panjang.
Keunggulan utamanya terletak pada struktur lattice–pore yang dipatenkan, dengan partikel CaHA berlapis menyerupai bawang. Struktur ini memungkinkan degradasi bertahap dari lapisan terluar, menghasilkan remodeling kolagen yang stabil dan berkelanjutan — bukan sekadar efek volumisasi sementara.
Teknologi LPF™ dan Standar Keamanan Global
Dibandingkan collagen stimulator CaHA lainnya, DCLASSY mengusung teknologi Lattice–Pore Formation (LPF™), yakni pembentukan mikro-pori berlapis di dalam partikel untuk memastikan degradasi terkendali secara gradual di dalam tubuh.
Material CaHA sendiri telah digunakan lebih dari 30 tahun dalam praktik klinis dan memiliki profil keamanan yang telah disetujui oleh Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat.
Dengan partikel berbentuk bulat seragam berukuran sekitar 30 mikron dan permukaan halus, produk ini dirancang untuk meminimalkan penyebaran yang tidak diinginkan, menjaga stabilitas bentuk, serta menurunkan risiko nodul dan inflamasi.
Secara klinis, satu kali tindakan dilaporkan dapat membantu memperbaiki garis leher, elastisitas wajah, dan tekstur kulit. Sementara sesi berulang memberikan efek anti-aging yang lebih natural dan tahan lama.
Kolaborasi KIIMOT dan Penguatan Edukasi Dokter
Peluncuran DCLASSY CaHA juga menjadi bagian dari inisiatif KIIMOT (Korea-Indonesia Integrated Marketing Operation Taskforce), kolaborasi antara CGBIO, Daewoong, dan DNC.
Sebagai bagian dari rangkaian edukasi, CGBIO Indonesia menyelenggarakan DEEP Master Course perdana pada November 2025 di Quickglam Clinic, Jakarta. Program dua hari tersebut menghadirkan pelatihan klinis mendalam mengenai protokol kombinasi multi-produk seperti “Collagen Velvet Protocol” dan “Dual Lift Protocol”.
Baca juga: Belanja Produk Beauty Makin Hybrid, O2O Jadi Jawaban Kebiasaan Baru Konsumen
Program ini dirancang sebagai platform edukasi jangka panjang yang mencakup sesi hands–on, demonstrasi langsung, serta mentoring guna mendorong praktik estetika medis berbasis bukti di Indonesia.
“DCLASSY CaHA merupakan bio-regenerator premium yang menghadirkan manfaat regeneratif jangka panjang sebagai pembeda utamanya,” ujar Hyun Seung Yu, CEO CGBIO. “Bersama Daewoong, kami akan terus berinvestasi dalam edukasi medis dan penguatan infrastruktur agar pasien di Indonesia memperoleh hasil estetika yang aman dan terprediksi.”
Sepanjang 2026, CGBIO Indonesia berencana melanjutkan ekspansi melalui penyelenggaraan DEEP Master Course lanjutan dan berbagai pelatihan spesialis, guna memperkuat posisinya di segmen CaHA premium nasional.
