CIMB Bidik Orang Kaya ASEAN: Bukan Sekadar Tabungan, Tapi Relasi Jangka Panjang

Jakarta, April 2026 — CIMB makin serius menggarap segmen affluent di ASEAN. Bukan tanpa alasan, kelompok ini diproyeksikan tumbuh sebesar 5%-6% per tahun hingga mencapai 65%-70% dari total populasi pada tahun 2030.

Lewat strategi Forward30, CIMB tidak hanya mengejar dana simpanan, tapi juga memperdalam relasi dengan nasabah bernilai tinggi—dari investasi hingga perencanaan warisan. Fokusnya bergeser: dari transaksi ke konsultasi.

Haniz Nazlan, Chief Executive Officer, Group Consumer Banking CIMB mengatakan di seluruh ASEAN, populasi affluent tumbuh pesat, didorong oleh peningkatan pendapatan, kewirausahaan, dan penciptaan kekayaan lintas generasi, dengan kebutuhan finansial yang semakin kompleks.

Baca juga: Mayoritas Orang Indonesia Tidak Punya Tabungan, Manulife Luncurkan MDWA

“Dengan kehadiran dan jaringan ritel yang kuat di pasar utama ASEAN, CIMB berada pada posisi yang solid untuk menangkap pertumbuhan segmen affluent. Ambisi kami adalah meningkatkan Wealth Asset Under Management (AUM) dan meningkatkan pendapatan wealth serta cross-sell pada tahun 2030, sehingga mampu mempertahankan kontribusi Non-Interest Income (NOII) sebesar 33%-34%.”

Ekspansi ke segmen affluent dan wealth menjadi pilar utama strategi Forward30 untuk memperkuat basis simpanan (cash dan deposit), yang menyediakan sumber pendanaan stabil sekaligus memungkinkan CIMB meningkatkan cross-sell bernilai tinggi pada produk investasi, pembiayaan, dan layanan konsultasi.

Per Desember 2025, strategi dari pengelolaan dana berbasis simpanan CIMB menunjukkan hasil positif. Total deposit dan dana murah (current account saving account/CASA) tumbuh masing-masing 5,4% YoY menjadi RM524,4 miliar dan 1,6% YoY menjadi RM224,1 miliar, sehingga rasio CASA Grup mencapai 42,7%.

Memperkuat Platform Wealth Regional CIMB

Pada Januari 2026, Grup meluncurkan CIMB Private Wealth di Indonesia, yang akan diikuti oleh Malaysia pada pertengahan 2026 dan negara lainnya sepanjang tahun, yang semakin memperkuat fokus manajemen wealth regional Grup. Pasar wealth syariah seperti Indonesia dan Malaysia terus melampaui segmen konvensional.

Indonesia tetap menjadi salah satu pasar wealth dengan jangka panjang paling potensial di ASEAN, didukung oleh fundamental ekonomi yang kuat, pertumbuhan pesat dari segmen menengah dan atas, serta meningkatnya permintaan akan konsultasi kekayaan profesional.

Baca juga: Hidup Tanpa Tabungan: Bertahan atau Menunggu Keajaiban?

“Indonesia masih menjadi pasar potensial dalam jangka menengah hingga panjang, khususnya di segmen affluent, dengan pertumbuhan kekayaan terus melampaui rata-rata kawasan ASEAN. Alih-alih mengejar pertumbuhan semata, CIMB Niaga menekankan strategi yang selektif dengan prioritas pada profitabilitas dan kualitas nasabah. Peluncuran CIMB Private Wealth menjadi wujud komitmen kami untuk mendampingi nasabah dalam membangun serta mengelola kekayaan jangka panjang yang berkelanjutan,” ungkap Lani Darmawan, Presiden Direktur dan Chief Executive Officer PT Bank CIMB Niaga Tbk.

Lani menambahkan,” CIMB Private Wealth dirancang untuk memenuhi kebutuhan nasabah high net-worth dengan total saldo gabungan mulai dari Rp5 miliar, dalam mengelola dan mengembangkan kekayaan secara optimal, tidak hanya untuk bertumbuh, tetapi juga untuk menciptakan warisan bermakna bagi generasi penerus.”