Di Balik 3,7 Juta Mitra, Begini Wajah Gig Economy Grab Indonesia

Jakarta, 26 Februari 2026 — Ekonomi digital Indonesia terus berkembang dan menjadi salah satu motor pertumbuhan nasional. Layanan berbasis aplikasi (on-demand) kini menjadi bagian dari keseharian masyarakat—mulai dari transportasi, pengantaran makanan, logistik, hingga layanan keuangan digital.

Model berbasis platform ini tidak hanya menghadirkan kemudahan bagi konsumen, tetapi juga membuka akses penghasilan bagi jutaan masyarakat dari beragam latar belakang melalui skema gig economy—pola kerja fleksibel yang memungkinkan individu menentukan sendiri intensitas dan waktu kerjanya.

Sejak hadir pada 2014, Grab Indonesia telah menjangkau lebih dari 300 kota dan kabupaten di Tanah Air. Studi ITB (2023) mencatat industri ride-hailing dan pengantaran online berkontribusi Rp382,62 triliun atau 2% terhadap total PDB Indonesia tahun 2022. Sementara laporan Oxford Economics (2024) menyebut Grab menyumbang sekitar 50% di industri transportasi dan pengantaran online—menggambarkan besarnya dampak ekonomi ekosistem ini.

Baca juga: Ribuan Anak Mitra Grab Dapat Beasiswa, Pendidikan Jadi Jalan “Naik Kelas”

Profil Mitra: Akses Ekonomi yang Inklusif

Data internal Grab per Desember 2025 menunjukkan total Mitra Pengemudi terdaftar mencapai 3,7 juta orang. Namun, mitra yang menyelesaikan minimal satu order per bulan berkisar 700–800 ribu atau sekitar 19–22%. Angka ini bersifat fluktuatif dan mencerminkan karakter alami gig economy: partisipasi fleksibel sesuai kebutuhan.

Sekitar 1 dari 2 mitra sebelumnya merupakan korban PHK atau tidak memiliki penghasilan tetap. Lebih dari 50% mitra berusia di atas 36 tahun, mayoritas berlatar belakang pendidikan SMA/SMK. Tercatat 182.500 Mitra Pengemudi perempuan, termasuk banyak ibu tunggal, serta lebih dari 700 mitra penyandang disabilitas yang aktif di platform.

Mayoritas mitra memanfaatkan Grab sebagai penghasilan sampingan. Lebih dari 80% Mitra Roda 2 dan sekitar 67% Mitra Roda 4 menjadikan platform ini sebagai sumber pendapatan tambahan.

Dinamika Produktivitas Mitra

Pada kategori Mitra Roda 4 – Penghasilan Utama:

  • Sekitar 10–11% menjadikan Grab sebagai nafkah utama dengan pendapatan di atas Rp10 juta per bulan dan rata-rata 11 order per hari.
  • Sekitar 21–22% memperoleh Rp4–10 juta per bulan dengan rata-rata 7 order per hari.

Sementara itu, dalam kategori Penghasilan Sampingan:

  • 33–34% memperoleh Rp1–4 juta per bulan, rata-rata 4 order per hari.
  • 34–35% memperoleh hingga Rp1 juta per bulan, biasanya narik secara situasional.

Untuk Mitra Roda 2:

  • 1–2% menjadikan ojol sebagai nafkah utama dengan pendapatan di atas Rp10 juta per bulan dan lebih dari 28 order per hari.
  • 14–15% memperoleh Rp4–10 juta per bulan dengan rata-rata 15 order per hari.
  • Sisanya terbagi relatif seimbang antara penghasilan tambahan dan sesekali, dengan durasi 1–4 jam per hari.

CEO Grab Indonesia, Neneng Goenadi, mengatakan fleksibilitas merupakan fondasi utama model ondemand.

“Mayoritas mitra memilih menjadikan platform sebagai penghasilan sampingan, sementara sebagian kecil menjadikannya nafkah utama. Produktivitas pun dinamis dan dapat berbeda setiap bulan sesuai fase kehidupan masing-masing,” ujarnya.

Baca juga: Ikeu Cermin Ketangguhan UMKM Perempuan Indonesia

Ia menambahkan, kebijakan berbasis tingkat produktivitas adalah pendekatan yang adil dan proporsional. “Dalam sistem yang fleksibel, dukungan harus disesuaikan dengan tingkat kontribusi. Ini bukan pembatasan, melainkan upaya menjaga keadilan bagi mereka yang berkontribusi lebih,” jelasnya.

Apresiasi Ramadan: 105 Paket Umrah Gratis

Sejalan dengan komitmen “Grab untuk Indonesia”, Grab menghadirkan program apresiasi “Perjalanan Bermakna dengan Umrah Gratis” bagi 105 Mitra Pengemudi berprestasi di bulan Ramadan.

Program ini diawali dengan pemberian paket umrah kepada lima mitra inspiratif dari berbagai daerah, termasuk mitra penyandang disabilitas, pemimpin komunitas, dan mitra yang berhasil meningkatkan taraf ekonomi keluarga.

“Di bulan Ramadan ini, kami ingin menghadirkan tanda kasih sebagai wujud terima kasih tulus kepada para Mitra Pengemudi yang berprestasi dan menginspirasi. Ini bentuk penghormatan atas perjuangan mereka,” kata Neneng.