Emas, Ekuitas, dan Properti Pilihan Investasi Menarik di 2026
Tangerang, 27 Januari 2026 — Di tengah dinamika ekonomi global yang terus bergerak, pemahaman terhadap arah ekonomi dan strategi investasi menjadi semakin penting, terutama bagi generasi muda. Menjawab kebutuhan tersebut, Daun Karya Property menggelar acara Wealth Talk: Economic Outlook 2026 di Tangerang, Minggu (25/2).
Acara ini merupakan bagian dari komitmen Daun Karya Property sebagai pengembang hunian terjangkau dan modern di kawasan penyangga Jakarta, untuk menghadirkan nilai tambah bagi masyarakat. Melalui forum diskusi ini, Daun Karya mendorong generasi muda agar lebih siap dalam memahami perencanaan keuangan serta investasi jangka panjang sejak dini.
Baca juga: Blue Chip, Lapis Dua, dan Saham Kecil: Bedanya Apa Sih?
Dalam Wealth Talk tersebut Founder Daun Karya Property, Kharolina Lesli, menegaskan bahwa kepemilikan hunian tidak bisa dilepaskan dari perencanaan finansial yang matang.
“Memiliki hunian bukan hanya soal tempat tinggal, tetapi juga bagian dari perencanaan keuangan yang sehat. Melalui Wealth Talk ini, kami ingin mendorong generasi muda, khususnya Gen Z, untuk mulai mengambil keputusan finansial yang lebih aman dan terencana sejak dini, sejalan dengan strategi #MulaiAmanDariMuda yang kami kampanyekan sejak 2025,” ujarnya.
Berdasarkan proyeksi lembaga internasional seperti IMF dan World Bank, pertumbuhan ekonomi global pada 2026–2027 diperkirakan berada di level moderat. Bank Sentral Amerika Serikat (The Federal Reserve) diproyeksikan melanjutkan kebijakan penurunan suku bunga, dengan kisaran US rate 3%–3,25%, seiring melemahnya tekanan di pasar tenaga kerja. Meski demikian, sejumlah risiko global seperti ketegangan geopolitik, volatilitas harga energi, serta dinamika pasar obligasi masih perlu diantisipasi oleh investor.
Baca juga: Dari All Time High ke Investasi Cerdas: Apa Arti Rekor IHSG bagi Investor?
Untuk Indonesia, kondisi ekonomi pada 2026 diperkirakan relatif stabil. Inflasi nasional diproyeksikan tetap berada dalam rentang target, dengan BI Rate di kisaran 4,25%–4,5%. Kepercayaan konsumen mulai menunjukkan perbaikan, khususnya pada pembelian barang bernilai besar, meskipun daya beli secara umum masih dalam tahap pemulihan.
Dalam konteks investasi, Reinhard menilai sejumlah instrumen berpotensi menarik di 2026, antara lain emas, ekuitas, dan properti. Properti dinilai tetap relevan sebagai instrumen investasi jangka menengah hingga panjang, seiring stabilitas suku bunga dan kebutuhan hunian yang terus meningkat.
“Tahun 2026 membuka peluang pertumbuhan yang lebih baik dengan inflasi yang mulai terkendali dan potensi dimulainya siklus penurunan suku bunga. Namun, investasi tetap harus dilakukan secara selektif, dan properti masih menjadi salah satu pilihan strategis,” jelas Reinhard.
Selain sesi diskusi ekonomi, acara Wealth Talk ini juga dimeriahkan dengan berbagai door prize, diskon khusus pembelian unit Avani Breeze Residence dengan total nilai ratusan juta rupiah, serta hadiah eksklusif bagi pemenang kontes scrapbook yang sebelumnya digelar melalui platform digital.
