FMCG E-Commerce RI Cetak Rekor Rp40 Triliun di Q1 2026, Beauty & F&B Jadi Mesin Pertumbuhan

Jakarta, 2 April 2026 – Pasar FMCG e-commerce Indonesia mencetak rekor baru di awal tahun. Penjualan menembus Rp40 triliun hanya dalam periode Januari hingga pertengahan Maret 2026, melampaui capaian kuartal sebelumnya.

Laporan terbaru Compas.co.id mengungkapkan, lonjakan ini menandai fase pertumbuhan baru industri FMCG digital, dengan dua kategori utama—beauty dan food & beverage (F&B)—sebagai motor penggerak.

Kategori beauty tetap menjadi yang terbesar dengan nilai Rp18,6 triliun atau tumbuh 33% secara tahunan. Sementara itu, F&B mencatat pertumbuhan paling agresif hingga 88% YoY menjadi Rp10,3 triliun, didorong momentum Ramadan dan Lebaran. Baca juga: Waspada Usai Lebaran: Hipertensi hingga Maag Dominasi Klaim Kesehatan

Kategori lain juga menunjukkan tren positif. Homecare hampir dua kali lipat menjadi Rp2 triliun (+96% YoY), healthcare mencapai Rp6 triliun (+40% YoY), dan mom & baby relatif stabil di Rp3,2 triliun (+20% YoY).

Namun di balik lonjakan penjualan, terjadi fenomena menarik: jumlah brand aktif justru menurun di sebagian besar kategori. Ini menandakan adanya konsolidasi pasar, di mana pertumbuhan semakin terkonsentrasi pada brand yang mampu bermain lebih strategis.

Growth semakin terkonsentrasi pada brand-brand yang bermain smart—memanfaatkan platform yang tepat, discount architecture yang terukur, dan pack strategy yang relevan,” demikian analisis Compas.co.id.

Dari sisi platform, persaingan juga semakin tajam. ShopTokopedia mencatat pertumbuhan tertinggi di hampir semua kategori, sementara Shopee masih menjadi pemimpin dari sisi volume transaksi. Sebaliknya, Lazada dan Blibli mengalami tekanan dengan tren penurunan di berbagai kategori.

Baca juga: Orang Luar Jawa Makin Gandrung Belanja

Strategi penjualan pun semakin spesifik antar platform. Di Shopee, lebih dari 90% transaksi terjadi tanpa diskon besar, menandakan kuatnya permintaan organik. Sementara di ShopTokopedia, diskon dan bundling menjadi kunci konversi.

Melihat tren ini, Compas memproyeksikan pasar FMCG e-commerce akan tetap kuat di kuartal berikutnya dengan nilai mencapai Rp46,7 triliun. Meski sedikit menurun dari Q1 akibat efek musiman Ramadan, angka tersebut masih jauh di atas performa 2025.

Dengan dinamika ini, pelaku industri dituntut semakin adaptif—mulai dari strategi platform, pricing, hingga format produk—untuk tetap kompetitif di pasar yang semakin terkonsolidasi.