Ini 5 Cara Hemat BBM ala Pembalap Rifat Sungkar, Simpel tapi Berdampak
Jakarta, 4 April 2026 – Di tengah harga energi yang kian fluktuatif, efisiensi bahan bakar menjadi perhatian utama para pengguna kendaraan. Namun, hemat BBM bukan sekadar soal jenis mobil, melainkan juga kombinasi antara kondisi mesin dan gaya berkendara.
Pembalap reli nasional, Rifat Sungkar, membagikan sejumlah tips praktis yang bisa langsung diterapkan pengendara sehari-hari. Menurutnya, efisiensi bahan bakar sangat dipengaruhi oleh dua faktor utama: performa kendaraan dan perilaku pengemudi.
“Paling menentukan adalah putaran mesin. Kalau mesin dalam kondisi capek, konsumsi bensin pasti berbeda,” ujar Rifat.
Baca juga: Indonesia Ternyata Belum Kapok Bikin Mobil Nasional
Berikut lima tips hemat BBM ala Rifat yang relevan untuk kondisi berkendara saat ini:
1. Pastikan Mesin Selalu Optimal
Mesin yang sehat bekerja lebih efisien. Gunakan pelumas yang tepat, rutin membersihkan injektor, memastikan fuel filter bersih, serta menjaga sistem pengapian seperti busi. Mobil modern tetap butuh perawatan agar performanya optimal.
2. Hindari Gaya Berkendara Agresif
Kebiasaan rem-gas berulang (stop-and-go) membuat konsumsi BBM boros. Rifat menyarankan berkendara dengan halus dan menjaga jarak aman.
“Kalau nyetirnya nempel mobil depan, rem-gas terus, itu pasti boros,” jelasnya.
3. Jaga RPM Tetap Rendah
Kunci efisiensi adalah menjaga putaran mesin serendah mungkin dengan kecepatan stabil.
“Prinsipnya bukan gaspol, tapi bagaimana kecepatan tetap optimal di RPM rendah,” katanya.
Untuk mobil otomatis, manfaatkan mode “eco” jika tersedia.
4. Gunakan Gigi Secara Tepat (Manual)
Pada mobil manual, gunakan gigi lebih tinggi dengan RPM rendah. Menahan gigi rendah dalam RPM tinggi hanya akan membuat BBM lebih cepat habis.
Baca juga: Riset Ungkap Adopsi Mobil Listrik RI Masih Terbatas, Early Adopter Dominasi Pasar
5. Ubah Mindset Berkendara
Menurut Rifat, efisiensi bukan hanya teknik, tapi juga pola pikir. Sedikit mengorbankan performa bisa memberikan penghematan bahan bakar yang signifikan dalam jangka panjang.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa kapasitas tangki kendaraan sebenarnya sudah dirancang sesuai kebutuhan harian. Dengan konsumsi rata-rata, satu kali pengisian penuh umumnya cukup untuk beberapa hari penggunaan normal.
Dengan perawatan yang tepat dan gaya berkendara yang lebih bijak, hemat BBM bukan lagi hal sulit—bahkan bisa menjadi kebiasaan baru yang lebih ramah di kantong dan lingkungan.
