Inside LLV Perkuat Kolaborasi Korporasi, Startup, dan Investor

Jakarta, Februari 2026 – Di tengah arus transformasi digital yang kian cepat, kolaborasi antara korporasi, startup, dan investor dituntut melampaui tahap wacana. Banyak gagasan inovatif berhenti di atas kertas karena minim ruang uji, akses pasar, dan jejaring yang relevan.

Kondisi inilah yang coba dijawab Living Lab Ventures (LLV), unit corporate venture capital Sinar Mas Land, melalui program Inside LLV yang digelar di Digital Experience Center (DXC), BSD City, akhir Januari lalu.

Melalui Inside LLV, LLV membuka ruang dialog bagi korporasi, pelaku startup, hingga investor untuk memahami bagaimana kolaborasi inovasi dapat berjalan lebih aplikatif—dari tahap eksplorasi hingga implementasi nyata di lingkungan bisnis sesungguhnya. BSD City, dalam konteks ini, diposisikan sebagai living lab tempat solusi diuji langsung, bukan sekadar dipresentasikan.

Baca juga: Lintasarta Umumkan Tiga Startup Teratas Semesta AI 2025

Chief Transformation and Data Officer Sinar Mas Land, Mulyawan Gani, menegaskan bahwa inovasi yang berdampak tidak lahir dari hubungan transaksional semata. “Inside LLV hadir sebagai jembatan antara kebutuhan bisnis korporasi dan inovasi startup. Kami ingin memastikan kolaborasi tidak berhenti pada investasi, tetapi berlanjut hingga pengujian, implementasi, dan penciptaan nilai nyata,” ujarnya.

Ia menambahkan, ekosistem BSD City memungkinkan pengujian solusi secara menyeluruh, mulai dari pengembangan kawasan hingga integrasi dengan berbagai lini bisnis. Pendekatan ini memberi konteks riil bagi startup untuk memvalidasi produk dan bagi korporasi untuk melihat langsung potensi implementasinya.

Sejumlah diskusi panel digelar untuk mengulas pendekatan LLV dalam membangun ekosistem kolaborasi terintegrasi. Topik yang dibahas mencakup strategi investasi kolaboratif, peran modal non-finansial, hingga peluang kemitraan lintas negara di kawasan Asia Tenggara. Di luar sesi panel, Inside LLV juga mendorong interaksi langsung antar peserta—membuka ruang diskusi tentang peluang kolaborasi konkret dan tantangan bisnis yang bisa dijawab bersama.

Partner Living Lab Ventures, Bayu Seto, menyebut Inside LLV sebagai perwujudan misi LLV sebagai titik temu antara kebutuhan korporasi, inovasi startup, dan modal strategis. “Kami tidak hanya berbicara soal pendanaan. Pendekatan LLV mencakup akses pasar, integrasi dengan operasional bisnis, hingga peluang ekspansi lintas negara,” katanya.

Baca juga: VENTENY Kantongi Pendanaan Strategis USD5 Juta dari Symbiotics untuk Perkuat Layanan B2B

Menurut Bayu, model ini memberi kesempatan bagi startup untuk menguji solusi dalam skenario penggunaan nyata, sekaligus mempercepat proses pengembangan dan skala usaha. Di sisi lain, korporasi memperoleh akses ke inovasi yang lebih relevan dengan kebutuhan bisnisnya.

Perspektif serupa disampaikan Partnership & Innovation Head PT Bank Danamon Indonesia Tbk, Hendry Sunaryo. Ia menilai kemitraan strategis—termasuk melalui Japan Thematic Fund (JTF)—berperan penting dalam membangun ekosistem kolaborasi lintas negara. “Kemitraan bukan sekadar penyedia pendanaan, tetapi penggerak ekosistem. Startup perlu akses jejaring, pemahaman pasar, dan dukungan operasional agar dapat tumbuh berkelanjutan,” ujarnya.

Melalui penyelenggaraan Inside LLV, Living Lab Ventures menegaskan posisinya sebagai katalis kolaborasi terbuka yang adaptif dan berorientasi pada dampak. Ke depan, ekosistem ini diharapkan mampu melahirkan inovasi yang tidak hanya unggul secara teknologi, tetapi juga relevan dengan kebutuhan bisnis dan dinamika pasar—baik di Indonesia maupun kawasan regional.