Java Fresh Ekspor Buah Indonesia ke 25 Negara
Jakarta, 10 April 2026 – Memiliki lebih dari 17 ribu pulau di sepanjang garis khatulistiwa dan cincin api Pasifik, Indonesia memiliki iklim tropis dan tanah vulkanik yang sangat subur untuk menumbuhkan berbagai jenis buah eksotis.
Menurut data BPS, produksi buah Indonesia mencapai 28,24 juta ton pada 2023, dan per Maret 2024, Indonesia tercatat sebagai produsen buah terbesar keenam di dunia. Meski begitu, masih banyak kebun tidak terkelola secara optimal, yang berdampak pada konsistensi kualitas di pasar ekspor.
Dari kondisi inilah Java Fresh lahir pada 2014, dengan tujuan membangun sistem yang menghubungkan petani kecil ke pasar global sekaligus membawa aktivitas ekonomi lebih dekat ke komunitas. Perjalanan pendirian Java Fresh berangkat dari kesadaran sederhana bahwa potensi pertanian Indonesia sangat besar, namun belum didukung oleh sistem yang memungkinkan petani dan komunitasnya berkembang secara optimal.
Co-Founder & CEO Java Fresh Margareta Astaman mengatakan, selama lebih dari satu dekade berkiprah, Java Fresh tentu tidak bisa meraih pencapaian ini sendirian. Sepanjang perjalanannya, Java Fresh secara aktif menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari universitas dan lembaga riset hingga perusahaan, termasuk DBS Foundation bersama Bank DBS Indonesia. Pada tahun 2025 saja, Java Fresh berhasil mengekspor 300,000 ton buah segar.
Baca juga: SHV Lakukan Ekspor Perdana Rempah Maluku ke Vietnam
Margareta mengungkapkan, bahwa ada empat tantangan utama industri agrikultur di Indonesia yang harus diatasi untuk benar-benar membawa buah Indonesia ke panggung global, di antaranya luas lahan petani, reliabilitas dan sertifaksi, keterbatasan teknologi, serta keterbatasan pendanaan.
“Terjun di bisnis buah-buahan lokal membuat Java Fresh semakin menyadari bahwa produk petani Indonesia memiliki kualitas yang tak kalah saing dengan pasar global. Karena itu, kami menerapkan langkah-langkah strategis agar potensi ini bisa disalurkan seoptimal mungkin, mulai dari penerapan standar grading dan penanganan buah, pembangunan sistem ketertelusuran, hingga eksplorasi teknologi untuk memperpanjang umur simpan. Semua upaya ini bertujuan tidak hanya agar buah lokal tetap segar dan kompetitif, tetapi juga memberdayakan petani kecil dan membawa dampak positif bagi komunitas secara berkelanjutan,” tambahnya.
Gandeng Petani Kecil
Java Fresh memiliki misi membuka akses pasar global bagi petani mikro, sebuah peluang yang sebelumnya sulit dijangkau. Selama ini, banyak petani dengan lahan kecil bergantung pada praktik ijon atau rantai distribusi panjang yang membuat nilai hasil panen mereka terbatas.
Melalui pendekatan berbasis komunitas, Java Fresh menggandeng para petani kecil untuk mengelola kebun secara lebih terarah, mulai dari perawatan pohon, praktik panen yang tepat, hingga proses sorting dan standar grading internasional, agar mampu menghasilkan buah berkualitas ekspor.
Dengan akses pasar yang lebih luas, petani tidak lagi sepenuhnya bergantung pada jalur distribusi tradisional, sehingga memperoleh pendapatan yang lebih stabil dan bernilai tinggi, memperkuat ketahanan ekonomi sekaligus memungkinkan mereka terus berkembang di daerah asal tanpa harus terdorong melakukan urbanisasi.
Salah satu momen paling berkesan adalah melihat dampak nyata yang sederhana namun berarti bagi petani dan pekerja. Perubahan ini terlihat dari kisah Bu Edah yang kini memiliki penghasilan lebih baik dan berhasil menyekolahkan anaknya hingga S2, setelah sebelumnya menghadapi keterbatasan akses ekonomi. Para petani binaan Java Fresh juga berhasil menabung dan membangun rumah lebih layak untuk keluarganya.
Baca juga: Planting Naturals Digitalisasi 7.224 Petani Sawit Organik Bersertifikat RSPO di Sierra Leone
Margareta mengatakan, pendekatan Java Fresh tidak hanya menciptakan pekerjaan, tetapi juga membangun keterampilan dan ekosistem yang memungkinkan perempuan berkembang. Melalui pelatihan sorting, grading, dan handling sesuai standar ekspor, serta program kesehatan dan edukasi, perempuan yang sebelumnya memiliki akses terbatas kini memperoleh penghasilan, keterampilan, dan pemahaman finansial lebih baik.
“Bahkan hal sederhana seperti makan siang bergizi menjadi fondasi penting bagi produktivitas dan konsistensi kerja. Dampaknya dirasakan tidak hanya oleh individu, tetapi juga oleh keluarga dan komunitas, menunjukkan bahwa pemberdayaan holistik memutus rantai keterbatasan dan menghadirkan perubahan nyata jangka panjang bagi banyak kehidupan,” bebernya.
Pada 2025, Java Fresh terpilih sebagai salah satu dari lima wirausaha sosial penerima dana hibah dari DBS Foundation Grant Program 2024, sebuah pengakuan atas dedikasi mereka memberdayakan petani mikro dan komunitas lokal. Dukungan ini membuka peluang untuk memperluas skala bisnis sekaligus memperkuat kemampuan menghadirkan solusi nyata bagi isu sosial, lingkungan, dan ekonomi.
Di tengah tantangan sosial dan ekonomi yang semakin kompleks, peran wirausaha sosial seperti Java Fresh menjadi semakin penting dalam menghadirkan dampak yang nyata dan berkelanjutan. Sebagai purpose-driven bank, Bank DBS Indonesia berkomitmen untuk tumbuh bersama komunitas dan membangun ekosistem yang lebih inklusif melalui pilar keberlanjutan Impact Beyond Banking.
“Kami berharap dukungan dan kolaborasi ini dapat mendorong Java Fresh serta para petani melangkah lebih jauh dalam membawa buah Indonesia ke pasar global. Selain itu kami berharap semakin banyak bisnis berdampak sosial ini tumbuh di Indonesia” ujar Head of Group Marketing & Communications PT Bank DBS Indonesia Mona Monika.
Sejak bermitra dengan DBS Foundation, Java Fresh terus memperkuat industri buah nasional sekaligus memberdayakan komunitas lokal. Hal ini tercermin dari peningkatan kualitas dan kapasitas produksi, dengan umur simpan manggis mencapai hingga 35 hari pada skala industri dan 45 hari pada skala laboratorium, serta volume ekspor buah segar yang telah melampaui 300.000 kg.
Dengan jangkauan ekspor ke 25 negara, Java Fresh beroperasi mengacu pada sertifikasi Global Good Agricultural Practice (GLOBALG.A.P.) dan GLOBALG.A.P. Risk Assessment on Social Practice (GRASP), yang memastikan kepatuhan terhadap standar global dalam keamanan pangan, keberlanjutan, dan tanggung jawab sosial.
Margareta mengungkapkan, bahwa Java Fresh kini juga tengah memperluas pasar melalui uji coba pengiriman manggis menggunakan kontainer ke Tiongkok. Ia menilai langkah ini sebagai pencapaian penting bagi industri buah nasional, mengingat standar kualitas dan keamanan pangan di Tiongkok yang sangat ketat.
